Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 07:01 WIB

Persiapkan Kehamilan dengan Aman dan Nyaman

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 27 April 2017 | 13:15 WIB
Persiapkan Kehamilan dengan Aman dan Nyaman
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setiap perempuan dan pasangan suami istri pastinya ingin memiliki keturunan. Karena itu, setiap wanita yang sudah menikah perlu mempersiapkan kehamilannya.

Persiapan kehamilan tersebut tidak hanya tentang bagaimana kesehatan terhadap calon bayi, namun juga untuk kesehatan diri sendiri. Tentang persiapan kehamilan, dr. Rully Ayu Nirmalasari, SpOG selanjutnya menjelaskan, persiapan untuk kehamilan atau prekonsepsi idealnya meliputi berbagai cara.

"Identifikasi ada tidaknya faktor kebiasaan, kesehatan, sosial dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kesuburan dan kehamilan, sehingga dapat dilakukan intervensi berupa edukasi hingga terapi yang sesuai. Hal tersebut dimaksudkan agar tercapainya kesehatan maternal dan janin yang optimal di masa kehamilan," kata dr. Rully Ayu Nirmalasari, SpOG di seminar Sehat Reproduksi Milik Segala Usia, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu (26/04/2017)

Masih menurutnya, persiapan sebelum masa kehamilan sangat penting dikarenakan periode pembentukan organ pertama terjadi pada usia kehamilan 3 10 minggu namun 30 persen ibu hamil ternyata baru mulai melakukan kunjungan antenatal di usia kehamilan lebih dari 12 minggu.

"Antenatal Care (ANC) merupakan suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil. Komponen ANC meliputi identifikasi risiko, pencegahan dan penanganan penyakit yang berhubungan dengan kehamilan," tambahnya.

Kemudian, masih menurutnya, panduan ANC dari WHO tahun 2016, tujuan ANC adalah menempatkan perempuan pada pusat perhatian utama dalam pelayanan kesehatan, memberikan pengalaman kehamilan yang memuaskan, memastikan bahwa janin yang dikandungnya mendapatkan titik awal kehidupan yang terbaik.

Sekitar 99 persen kematian maternal terjadi di negara bersumberdaya rendah dimana mayoritas penyebab sebenarnya dapat dicegah, kembali lagi dengan pelayanan antenatal yang tepat. WHO 2016 mengeluarkan panduan baru minimal 8 kali kunjungan pelayanan antenatal yaitu pada usia kehamilan 12, 20, 26, 30, 34, 36, 38 dan 40 minggu. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x