Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 18:07 WIB
Hide Ads

First Travel Benarkan Tunda Keberangkatan Umroh

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 22 April 2017 | 23:30 WIB
First Travel Benarkan Tunda Keberangkatan Umroh
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Founder First Travel Andika Surachman menegaskan bahwa kabar yang beredar tentang penundaan jamaah Umroh yang belakangan ini mencuat memang benar adanya.

"Terkait dengan pemberitaan yang selama ini terjadi di berbagai media massa. Mengenai pemberitaan yang menyatakan tertundanya jamaah kami, saya katakan itu benar," kata Andika saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta, Sabtu (22/04/2017).

Adanya penundaan tersebut dia akui karena pihak first travel memiliki kesulitan dalam membuat sebuah dokumen penting bagi para jamaah. Hal ini terjadi karena adanya kesulitan dalam mendapatkan visa untuk jamaah.

"Mengapa? Karena adanya salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya. Yang faktor tersebut kami sendiri tidak memiliki akses atau wewenang atas hal tersebut," tambahnya.

Meski begitu, Andika dan management first travel berjanji untuk tetap berkomitmen memberangkatkan jamaah yang sudah mendapatkan jadwal dan akhirnya tertunda.

"Walaupun demikian, kami selaku management tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan. Istilah penundaan ini harus dipahami. Dan dibedakan dari yang disuarakan orang - orang," paparnya.

Dia pun menghimbau kepada para jamaah first travel di seluruh Indonesia agar tetap tenang menghadapi masalah ini. Pihaknya, tambah Andika, terus berupaya memberikan yang terbaik agar semua jamaah dapat berangkat sesuai dengan rencana. Bahkan, untuk mengatasi hal tersebut, first travel akan melakukan carter maskapai penerbangan langsung ke Arab Saudi.

"Disini saya ingin menyampaikan kepada jamaah di seluruh Indonesia agar tetap tenang dan jangan sampai terprofokasi. Disini saya meminta untuk semua pihak yang memiliki wewenang yang memiliki akses tolong lihatlah jamaah kami, jangan melihat saya dan jangan melihat Anniesa. Banyak jamaah yang ingin pergi ke tanah suci," ujarnya.

Salah satu korban yang tertunda keberangkatan umroh di first travel adalah Herri Kusniawan (33), mendaftar sejak 31 Maret 2015 dan berhasil melakukan pelunasan pada 29 Februari 2016 dengan nominal Rp. 15.500.000.

"Seharusnya saya mendapatkan jadwal keberangkatan itu tanggal 12 April 2017. Ini sudah menunggu sekitar satu tahun. Namun ternyata ada penundaan lagi," kata Herri kepada INILAHCOM.

Masih menurutnya, dengan adanya penundaan tersebut, dia bersama rombongan jamaah lain yang juga termasuk keluarganya, diberikan salah satu pilihan untuk menambah dana sekitar Rp. 2,5 juta. Hal tersebut, tambah Herri, ini diberikan karena ingin segera berangkat menjalankan ibadah Umroh.

"Terus kemarin sudah dapat jadwal tanggal 12 april 2017. Terus di reschedule. Kalau yang enggak bayar penambahan Rp.2,5 juta. Berangkat ya bulan November 2017. Dengan begitu saya sudah membayar Rp.2,5 juta. Namun hingga kini belum ada kepastian tanggal keberangkatan. Tetapi nanti tanggal 25 April 2017 baru ketahuan jadwalnya," papar Herri.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x