Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:10 WIB

Cegah Kanker Serviks

Iriana dan Mufidah JK Gencarkan Tes Iva

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 17 April 2017 | 20:30 WIB
Iriana dan Mufidah JK Gencarkan Tes Iva
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama istri wakil Presiden, Mufidah JK, menggelar dialog interaktif dengan para kaum wanita tentang kanker serviks dan kanker payudara.

Keduanya bertanya jawab seputar kesehatan yang sangat dekat dengan para wanita tersebut di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin, 17/04/2017). Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa kaum wanita sangat rentan dengan penyakit. Karena itu, untuk menghindari dan mencegah penyakit tersebut, dibutuhkan langkah nyata. Salah satunya dengan menjalankan tes IVA untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks atau leher rahim.

"Saya mau tanya, para ibu di sini sudah melakukan tes IVA belum?" tanya Iriana kepada para ibu - ibu yang hadir di acara aksi Dharma Waniya Persatuan di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (17/04/2017).

Seorang ibu warga Jakarta menjawab pertanyaan ibu Negara tersebut. Bahkan sempat melontarkan pertanyaan.

"Saya sudah periksa IVA tes pasa Januari lalu. Karena kesadaran sendiri. Setelah itu, kapan saya harus kembali memeriksakan diri untuk IVA lagi?" tanya seorang ibu yang mengaku menjalankan IVA tes di puskesmas wilayah Kuningan Timur.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nilla F Moeloek membantu Ibu Iriana menjawab pertanyaan dari sang ibu tersebut. Menurut Menkes, pemeriksaan lanjutan setelah melakukan IVA tes, dapat dilakukan satu tahun kemudian.

"Jadi ibu bisa kembali memeriksa deteksi dini kanker serviks dengan melakukan IVA tes pada tahun depan," ujar Menkes.

Perlu diketahui ada beberapa penyebab terjadinya kanker leher rahim. Antara lain, terinfeksi virus kanker serviks (HPV), menikah muda kurang dari 20 tahun, sering berganti - ganti pasangan, menular melalui hubungan seksual, dan merokok.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan kewaspadaan yang mendalam jika terdapat tanda - tanda sebagai berikut. Pendarahan setelah hubungan seksual, pedarahan diluar siklus menstruasi, pendarahan setelah menepouse, dan keluar cairan keputihan yang berlebihan. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x