Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 19:48 WIB

Empat Pilar Penting untuk Penderita Diabetes

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 3 April 2017 | 17:50 WIB
Empat Pilar Penting untuk Penderita Diabetes
PROF. Dr. WH. SIBUEA, SpPD pendiri RS Tebet - (Foto: inilahcom/Mia Umi Kartikawati)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit diabetes menjadi salah satu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Karena itu, setiap penderita harus mengikuti empat pilar penangan diabetes.

Menurut PROF. Dr. WH. SIBUEA, SpPD sebagai pendiri RS Tebet menjelaskan ada empat pilar penangan diabetes, yang perlu diketahui.

"Setiap penderita diabetes harus mengetahui empat pilar penangan diabetes. Ini meliputi edukasi, diet, olahraga dan obat," kata PROF. Dr. WH. SIBUEA, SpPD saat ditemui di ulang tahun RS Tebet 35 Tahun, Jakarta, Senin (03/04/2017).

Berikut adalah empat pilar tersebut.

1. Edukasi

"Kita jelaskan bahwa diabetes tidak bisa sembuh. Jika dibiarkan akan berakibat dengan umur pendek," tambahnya.

2. Diet

Kalau diet setiap orang harus memiliki pilihan dan mereka bisa mengkonsumsi makanan tertentu. Tentunya ini makanan yang harus dikonsumsi para penderita diabetes.

"Ini tentu diukur dari berat badan dan tinggi badan, misalnya dari berat badan dan tinggi seseorang adalah 1600 kalori. Kami membuat sistem unit. Makanan itu beragam yang bisa dipilih. Bisa dipilih sesuai menu yang ada di dalam buku perencanaan makan pasien diabetes dengan sistem unit," paparnya.

Masih menurutnya, karena seseorang yang terkena diabetes ini bisa mendapatkan menu beragam pada buku tersebut. Misalnya hari ini makan sate, besok makan coto makasar, tapi tetap dalam panduan dan kalori yang terukur.

3. Olahraga

Setiap orang harus menjalankan olahraga teratur. Terutama bagi para pasien yang menderita diabetes.

"Pakailah waktu dalam sehari 40 menit untuk berjalan. Ini akan menjadi faktor untuk memperpanjang usia. Ini akan membuat tubuh sehat," ujarnya.

4. Obat

Bila dengan olahraga dan perencanaan makan masih belum dapat menurunkan glukosa darah, maka perlu digunakan obat penurun glukosa darah atau obat hipoglikemik. Obat ini dapat berbentuk tablet untuk konsumsi oral atau suntikan insulin. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x