Kamis, 31 Juli 2014 | 02:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Perilaku Seks Menyimpang
Oleh: Vina Ramitha
gayahidup - Jumat, 18 April 2008 | 13:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta Sebagai kebutuhan biologis setiap manusia dewasa, seks sudah menjadi masalah yang dibicarakan sehari-hari. Namun ternyata, Ada begitu banyak penyimpangan dalam perilaku seksual manusia? Berikut beberapa penyimpangan dan ciri-cirinya.

Ekshibisionisme, yaitu kondisi ketika seseorang memperoleh kepuasan seksual dengan memamerkan bagian genitalnya kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Kepuasan seksual didapat ketika melihat reaksi terperanjat, takut, kagum, jijik, atau menjerit dari orang yang melihatnya.

Voyeurisme atau skopofilia, adalah dorongan yang tidak terkendali untuk diam-diam mengintip atau melihat wanita tak dikenal sedang telanjang, melepas pakaian, atau melakukan kegiatan seksual.

Dengan mengintip mereka mampu mempertahankan keunggulan seksual tanpa perlu mengalami risiko kegagalan atau penolakan dari pasangan yang nyata.

Frotteurisme, menggosokkan badan atau memeluk orang lain yang tidak mau. Hal seperti itu banyak ditemukan di tempat-tempat di mana kita mau tidak mau berdesak-desakan, contohnya di kereta atau di bus yang penuh sesak.

Pedofilia, umumnya diderita orang dewasa, yang mencari kontak fisik dan seksual dengan anak-anak prapubertas yang tidak mau berhubungan dengan mereka.

Sekitar dua pertiga korban kelainan seks ini adalah anak-anak berusia 8-11 tahun. Kebanyakan kaum pedofil mengenal korbannya, misalnya saudara, tetangga, atau kenalan.

Sadomasokisme atau sadisme dan masokisme. Sadisme adalah kenikmatan atau rangsangan seksual yang diperoleh dengan menimbulkan nyeri atau menyiksa pasangan.

Sedangkan masokisme, menggambarkan keinginan mendapatkan kenikmatan seksual dari siksaan atau hinaan, baik secara fisik maupun verbal. Disebut sadomasokistik karena pelakunya memiliki sisi sadistik dan masokistik dari kepribadian mereka.

Fetishisme adalah ketergantungan pada suatu bagian tubuh atau suatu benda, yang disebut fetish, untuk mendapatkan rangsangan dan kepuasan seksual. Penderitanya menjadi terangsang dengan suatu bagian tubuh atau suatu benda yang bagi sebagian besar orang hanya merupakan stimuli. Pada kasus ekstrim, objek fetish menjadi pengganti pasangan manusia yang nyata.

Skatologia telepon, atau bisa juga diartikan sebagai melakukan hubungan telepon yang cabul dengan orang lain yang tidak menginginkannya.

Sedangkan inses adalah hubungan seksual antara kerabat dekat di mana perkawinan di antara mereka ditentang oleh hukum. Inses merupakan tabu sosial yang besar, bahkan bisa merusak keturunan.

Transvestisme juga dikenal sebagai berpakaian lawan jenis atau cross-dressing. Bagi sebagian pria, transvestisme merupakan suatu aktivitas seksual di mana kepuasan emosional dan fisik diperoleh dari menggunakan pakaian perempuan.

Sebagian besar pelakunya adalah heteroseksual dengan kehidupan seks yang cukup konvensional, menikah, memiliki anak, dan bukan homoseksual. Biasanya kelainan ini bermula sejak anak-anak atau remaja.

Satiriasis, juga dikenal sebagai adiksi seksual. Kondisi ini adalah suatu gangguan psikologis di mana pria didominasi oleh keinginan untuk terus melakukan hubungan seksual dengan hanyak pasangan yang berbeda.

Banyak dugaan bahwa penyebabnya adalah narsikisme yang kuat dan perasaan perlunya kontrol inferior melalui keberhasilan seksual. Jenis penyimpangan ini sangat berisiko untuk tertular penyakit kelamin dan HIV/AIDS..

Perilaku seksual kompulsif adalah pengulangan tindakan erotik tanpa kenikmatan. Kompulsif seksual ini bisa berupa telepon seks yang tanpa akhir, one-night stand atau affair singkat, atau masturbasi beberapa kali dalam sehari.

Penderita seringkali mengaku merasa tidak terkendali sebelum aktivitas dan merasa bersalah atau malu setelahnya. Pencarian kepuasan seksual yang dilakukan bersifat kompulsif, kadang-kadang ritualistik atau dilakukan secara rutin.

Homoseksual (gay) dan lesbian, yaitu hubungan sesama jenis. Seorang pria homoseksual dapat mencari objek mangsanya di antara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual. Bahkan di antaranya anak-anak di bawah umur yang berhasil dirayunya.

Sedangkan pada kasus lesbianisme, salah seorang pasangan dapat bertindak sebagai wanita sekaligus prianya. Dalam beberapa riset, si pelaku yang aktif sulit untuk disembuhkan.

Biseksual, yaitu kelainan seksual untuk berhubungan baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis. Sedangkan sodomi, memuaskan hasrat seksual dengan menyetubuhi via anus. Tindakan ini termasuk perilaku menyimpang seksual yang juga dilarang beberapa agama.

Biasanya, aktivitas ini berlaku di kalangan para homoseksual atau biseksual. Bahkan dalam hubungan heteroseksual juga ada yang melakukannya dengan cara sodomi.

Beberapa dari para pelaku penyimpangan ini seringkali mendapat kepuasan dari aktivitas mereka. Dengan mengetahui ciri-cirinya, semoga Anda dan keluarga terhindar dari berbagai perilaku menyimpang di atas. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Muhammad Qomar
Rabu, 4 November 2009 | 19:31 WIB
perilaku seks menyimpang!!!!! ih gak lah yao
Muhammad Qomar
Rabu, 4 November 2009 | 19:29 WIB
karna pengaruh vcd porno terutama dikalangan anak,menyebabkan mereka mencari kepuasan dengan cara perilaku sek yang menyimpang.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER