Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 14:36 WIB

Perlunya Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 13 Maret 2017 | 14:20 WIB
Perlunya Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pentingnya mendeteksi lebih dini kanker serviks. Hal ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya kanker serviks yang kerap terjadi pada wanita.

Sekitar lebih dari 92 ribu kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia pada 2014 akibat kanker. Sebesar 10.3 persen merupakan kematian yang disebabkan karena kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks hingga kini mencapai 21.000 kasus.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia karena pentingnya melakukan deteksi dini (skrining kanker serviks) sebagai langkah awal pencegahan PTT Exploration and Produciton Public Company Limited (PTTEP) bersama Dompet Dhuafa memberikan alat deteksi dini kanekr serviks kepada 15 bidan inspiratif di kawasan marjinal di wilayah Jabodetabek secara gratis.

Program ini merupakan bentuk apresiasi PTTEP dan Dompet Dhuafa terhadap para bidan yang berkontribusi positif kepada masyarakat yang minim pengetahuan seputar kesehatan reproduksi.

"Untuk kanker serviks ini kami perusahaan pertama yang membantu bidan untuk memiliki peralatan untuk deteksi dini kanker serviks. alatnya sekitar 15 unit. Semua orang memiliki hak untuk sehat. Dengan mendapatkan kesempatan untuk tetap sehat baik yang tingkat ekonomi mampu maupun tidak. Dengan alat ini, kami harap masyarakat dapat mencegah kanker ini," kata General Affairs Manager PTTEP Afiat Djajanegara di Rumah Sakit Jakarta, Senin (13/03/2017).

Menurut Indra Supradewi ketua bidang pendidikan Ikatan Bidan Indonesia tanda - tanda kanker serviks memang sulit diketahui sejak awal. Karena itu, untuk para wanita yang sudah melakukan hubungan seksual aktif, diharapkan bisa mendeteksi kanker serviks sejak dini setidaknya sekali dalam setahun.

"Mungkin kita bisa curigai. Ketika berhubungan seksual keluar bercak darah. Itu (kanker) sangat sensitif. Ketika tersentuh, akan keluar darah," ungkap Indra Supradewi ketua bidang pendidikan Ikatan Bidan Indonesia.

Perlu diketahui, sejak 2002 - 2012 usia wanita yang terserang kanker serviks semakin muda, yaitu kisaran usia 21 - 22 tahun. Hasil penelitan WHO menunjukkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks, yaitu sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada 2014.

Komentar

 
Embed Widget

x