Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 07:06 WIB

Atasi Masalah Gizi

Yuk, Biasakan Makan Sayur dan Buah

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 9 Maret 2017 | 21:00 WIB
Yuk, Biasakan Makan Sayur dan Buah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Konsumsi buah dan sayur sangat penting tidak hanya untuk anak tetapi juga orang dewasa. Karena, buah dan sayur menjadi salah satu sumber yang mengandung mineral dan vitamin.

Buah dan sayur adalah salah satu komponen yang paling penting dalam menu makanan sehar dan bergizi. Ini juga bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan anak. Namun sayangnya, masih banyak anak tidak mendapatkan porsi harian sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan.

Sekitar 97,7 persen dari anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia tidak mengkonsumsi cukup buah - buahan dan sayuran. Sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mulai membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.

Pemerintah melalui Kementerian Keseharan bersama 20 Kementerian dan lembaga terkait pada November 2016 lalu mencanangkan program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini berfokus pada tiga aktivitas utama, dimana salah satu fokus utama program nasional GERMAS ini adalah mengkonsumsi buah dan sayur.

Sebagai kontribusi dan dukungan nyata untuk program tersebut, Sarihusada melalui susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur kembali meluncurkan PAUD Healthy Eating Habit (HEH), yang akan dilaksanakan di 20 PAUD di Daerah Jakarta, Tanggerang, dan Jawa Barat.

"Kami membuat sebuah buku yang mengajak anak untuk makan sayur dan buah. Ini sebagai dukungan untuk Pemerintah dan dukungan untuk makan sayur dan buah dari Sarihusada. Kami menterjemahkan buku - buku ini ke dalam berbagai bahasa daerah. Ada bahasa Melayu, Jawa, dan lain - lain," kata Kurniati Restuningsih, M.Pd Kepala Sub Direktorat Kurikulum, Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia saat ditemui di acara SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur PAUD Healthy Eating Habit (HEH), Jakarta, Kamis (09/03/2017).

Gizi adalah hak setiap anak. Jadi setiap anak Indonesia tidak boleh ada yang kekurangan gizi. Ketika anak lahir, berat otak anak itu berisi 25 persen. Masuk 2 tahun 75 persen. Kemudian masuk lima tahun, semakin bertambah. Maka, sangat disayangkan jika anak melewati masa pertumbuhan tersebut.

"Sekitar 1/3 balita mengalami stunting atau bertubuh pendek karena mengalami kekurangan gizi. Ini sangat memprihatikan," ungkap Prof. Dr. Ir. Hj. Netty Herawati, M.Si Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Dengan meningkatkan jumlah PAUD di seluruh kabupaten, sebaiknya masalah gizi dapat teratasi. Namun, hal ini bukan sebuah hal yang mudah.

Persoalan gizi ternyata bukan hanya di daerah Jawa, tetapi di daerah lain di Indonesia. Semoga program ini lebih berkembang dan menyeluruh. Ini bukan hanya tugas Kemenkes saja, tapi tugas semua komponen yang terkait.

Komentar

 
Embed Widget

x