Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 22:50 WIB

Apakah Saya Masih Perawan?

Oleh : Suyadi | Selasa, 28 Februari 2017 | 18:25 WIB
Apakah Saya Masih Perawan?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

RANGSANGAN emosi seksual itu sulit dikendalikan. Semakin terangsang orang semakin sulit melepaskan diri. Sudah banyak bukti kalau sepasang kekasih saling merangsang mereka tidak mungkin bisa membatasi diri sampai tahap tertentu.

Misalnya, mau rabaan mesra saja, atau asal enggak penetrasi. Semua itu hanya angan-angan bualan saja. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Nah, akan semakin buruk keadaannya bila dampak dari berbagai aktifitas seks tadi muncul. Seperti tertular penyakit seksual menular, hamil dan yang pasti rasa ketakutan atau perasaan cemas yang selalu menghantui.

Itu sebabnya Sang Pencipta seks mengkhalalkan aktifitas tersebut hanya dalam ikatan pernikahan. Hanya dalam ikatan pernikahan seorang suami istri dapat menikmati kepuasan seks lahir batin. Seorang perempuan bisa saja haimennya atau selaput dara tetap utuh meski pernah melakukan kontak seksual. Sebab setiap perempuan memiliki jenis dan kualitas haimen yang berbeda.

Adakalanya seseorang sudah mengalami coitus hafitualis namun haimennya tetap utuh, karena elastis. Namun, ada juga seorang perempuan haimennya telah robek akibat aktifitas fisik seperti olahraga.

Jadi utuh tidaknya selaput darah tidak menjadi tanda bukti keperawanan seseorang. Sesungguhnya, virginity itu lebih merupakan kepribadian. Yaitu sejauh mana menjaga kemurnian dirinya, dan memandang aktifitas seksual sebagai aktifitas sacral yang hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x