Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 07:11 WIB

Penting, Perhatikan Konsumsi Gula Sehari - Hari

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 11 Februari 2017 | 18:30 WIB
Penting, Perhatikan Konsumsi Gula Sehari - Hari
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Konsumsi gula sehari - hari harus diperhatikan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan penyebab timbulnya penyakit diabetes karena konsumsi gula yang tidak terukur.

"Saat ini, angka penderita penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan stroke, kian meningkat. Zaman dulu, banyak kematian terjadi akibat penyakit menular, seperti TBC, pneumonia, malaria. Namun, menurut WHO, saat ini banyak kematian yang justru diakibatkan oleh penyakit tidak menular, di mana angka untuk Indonesia sendiri telah mencapai 71 persen," kata dr. Mulyani Anny Suryani Gult om, SpPD di acara Tropicana Slim Stevia, Jakarta, baru - baru ini.

Dia menambahkan, khusus penyakit diabetes, setiap tahunnya selalu ada peningkatan angka penderita di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan baik, diperkirakan bahwa pada tahun 2030, akan terdapat satu penderita diabetes dari 7 orang penduduk Indonesia.

"Ketidakmampuan penderita diabetes dalam melakukan metabolisme gula dengan baik, dapat menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh lainnya, yang berujung pada berbagai macam komplikasi," tambahnya.

Hingga saat ini, masih menurutnya, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes, sehingga usaha preventif sudah sebaiknya dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan mengontrol asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Seringkali kita tidak menyadari begitu banyaknya asupan gula dari berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi, padahal batasan konsumsi gula hanya 50 gram (4 sendok makan) per hari. Bahkan, dia menambahkan sudah termasuk gula yang diperoleh dari makanan alami seperti buah, sayur, dan susu, bukan hanya gula pasir.

Oleh karena itu, pemanis rendah kalori dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap merasakan manis, tanpa takut kelebihan kalori ataupun kenaikan gula darah.

"Saat ini, sudah tersedia berbagai pemanis yang sudah disetujui dan dinyatakan aman oleh WHO, seperti sukralosa, aspartame, acesulfame-K, dan stevia," ungkapnya.

 
Embed Widget

x