Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 13:57 WIB

Ternyata, Ibu Rumah Tangga Gemar Bermain Saham?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 11 Februari 2017 | 16:45 WIB
Ternyata, Ibu Rumah Tangga Gemar Bermain Saham?
(Foto: Foreximf)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Para wanita memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah mengatur perekonomian keluarga.

Terdapat sebuah fakta mengejutkan, bahwa para ibu rumah tangga ternyata gemar bermain saham. Hal tersebut diungkapkan oleh Ferry Herlyantoro Head of Digital Marketing FOREXimf.com, Jakarta, Sabtu (11/02/2017). Prosentase keterlibatan wanita dalam bermain saham saat ini sudah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup.

"Keterlibatan wanita ada. Dari 100 persen terdapat sekitar 28 persen wanita dan 72 persen pria," kata Ferry.

Lebih lanjut dia menambahkan, data yang mengejutkan adalah dari sekitar 28 persen wanita, ternyata paling banyak didominasi oleh para ibu rumah tangga.

"Ini sangat mengejutkan karena yang bermain itu ibu rumah tangga. Mungkin waktunya lebih banyak dibandingkan wanita yang berkarir," tambah Ferry.

Masih menurutnya, kemungkinan terbesar wanita atau ibu rumah tangga bermain saham karena mereka mengetahui dan mengelola keuangan dengan baik. Tidak hanya itu, ternyata, faktor lingkungan dari para ibu rumah tangga sangat mempengaruhi keputusan para wanita ikut bermain saham.

"Ketika keuangan yang dia kelola berlebih, akhirnya mereka mencari kesibukan. Disamping itu ada pengaruh dari sosialitanya atau teman - teman arisan," paparnya.

Berbagai produk yang dapat digunakan oleh para wanita. Namun, ada beberapa bidang yang sangat ditaksir oleh para wanita, antara lain seperti tren valuta asing, komoditi seperti emas, minyak, dan perak.

"Wanita lebih banyak bermain di komuditi minyak. Wanita juga cenderung melihat pergerakan yang tidak terlalu kencang. Karena kalau terlalu kencang, wanita cenderung panik. Kalau pengalaman saya di trending valuta asing, mereka banyak bermain di mata uang Yen," ujarnya.

 
Embed Widget

x