Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 14:57 WIB

Sunat Lebih Baik Sejak Usia Bayi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 13 Desember 2016 | 12:30 WIB
Sunat Lebih Baik Sejak Usia Bayi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sunat adalah tindakan yang sering dilakukan kaum pria. Sering kali pria melakukan sunat untuk memenuhi kewajiban agama atau demi kesehatan. Ternyata sunat lebih baik dilakukan pada usia bayi. Kenapa?

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, saat ditemui di acara Rumah Sunatan, Jakarta, Selasa (13/12/2016), sebaiknya melakukan sunat sejak anak usia bayi. Tentunya ada catatan khusus. Jika, anak mengalami indikasi kesehatan.

"Banyak orangtua yang merasa sunat dilakukan pada saat duduk di bangku SD. Namun, padahal sebenarnya jika ada indikasi medis, lebih baik sunat pada usia bayi, atau enam bulan bisa melakukan sunat," kata Mahdian.

Dia menambahkan, salah satu jenis penyakit yang timbul pada penis adalah fimosis. Penyakit tersebut adalah keadaan yang didapatkan konstriksi atau penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis.

Fimosis bisa ditemukan karena faktor genetikal atau bawaan sejak lahir atau juga bisa karena akibat peradangan lubang pada kulit penis.

Terkadang, lanjutnya, anak mengalami panas atau demam yang berulang. Namun, dokter jarang memeriksa keadaan penis anak. Padahal, fimosis kerap menimbulkan panas dan demam. Ini akan sembuh ketika dilakukan sunat.

"Dari data literatur ada 30 persen ada kejadian kelainan fimosis. Indikasi medis ini harus disunat. Ini merupakan penyakit keturunan," tambahnya.

Selain faktor bawaan, fimosis juga dapat terjadi akibat hygienis yang buruk atau akibat penarikan kulup berulang dengan cara dipaksa sehingga timbul jaringan parut.

"Penderita fimosis lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih, infeksi pada kulit penis, parafimosis, dan gangguan aktivias seksual. Penderita fimosis juga lebih berisiko mengalami karsinoma sel skuamosa.

 
x