Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:15 WIB

Terapi Ringan Mengatasi Sakit Stroke

Oleh : Suyadi | Jumat, 25 November 2016 | 00:15 WIB
Terapi Ringan Mengatasi Sakit Stroke
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SERANGAN stroke sering menyebabkan bagian dari anggota tubuh seseorang mengalami gangguan, atau badannya lumpuh sebelah.

Stroke adalah akibat pengerasan (penebalan) dinding pembuluh nadi otak. Sehingga pembuluh darah rapuh dan kaku menyebabkan darah merembes, dan lama-lama pembuluh pecah darah keluar membeku menekan otak, dan akibatnya otak tidak dapat bekerja.

Namun begitu gangguan tersebut bisa dicegah, diringankan dengan melakukan latihan-latihan secara fisioterapi. Terapi diberikan dengan mengkonsumsi vitamin, olahraga peregangan, terapi massage/pijat, dengan maksud agar peredaran darah lancar.

Pengobatan stroke dengan cara-cara moderen memang efektif dan simple namun biayanya juga sangat mahal. Tetapi penyembuhan sakit stroke dengan massage hasilnya juga tidak kalah, yang penting penderita harus semangat untuk sembuh.

Pengobatan stroke segment massage dengan merangsang/memijat pusat saraf disepanjang columnavertebralis sangat efektif, yang penting dilakukan secara tepat dan pijatan diutamakan pada bagian tubuh yang layu atau sakit serta bisa meyakinkan penderita bisa sembuh serta mandiri.

Setelah jaringan maupun organ tubuh rileks serta peredaran darah lancar selanjutnya lakukan perangsangan atau pijatan di titik-titik point penyembuhan.

Pada tubuh bagian depan lakukan pengurutan, dipijat yang kuat dengan ibu jari tangan titik nyeri sisi luar sendi lutut. Selanjutnya titik nyeri pada lipat perut dan pangkal paha, kemudian di tengah paha dalam kira-kira 1/3 dari pangkal paha. Lalu di tengah lekuk pergelangan kaki depan, punggung kaki dan kaki, jari-jari dan tengah jari.

Dilipat perut dan pangkal paha terdapat pembuluh dan saraf femoralis, kelenjar limpha, lalu ditengah paha dalam ada alur yang berakhir dilekuk lutut. Diurut dipijat kuat dan lembut dengan ibu jari tangan. Agar jaringan lentur, sensitif dan tonus otot kembali.

Terapi diberikan dilakukan dua hari sekali, empat puluh kali. Selain upaya pengobatan tersebut, yang sama pentingnya adalah menjalani exercise seperti anjuran terapis dan menghindari penyebab pemicu penyakit.

Komentar

 
Embed Widget

x