Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:15 WIB

Yuk Kendalikan Risiko Jantung Koroner

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 1 November 2016 | 20:00 WIB
Yuk Kendalikan Risiko Jantung Koroner
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Serangan jantung dan stroke menduduki dua peringkat teratas penyebab kematian di dunia. Lantas, apa saja yang perlu diwaspadai agar dapat mengendalikan risiko penyakit jantung koroner?

Perlu diketahui, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia 2013, stroke dan penyakit jantung juga menduduki peringkat teratas penyebab kematian di Indonesia. Stroke dan penyakit jantung uniknya, memiliki faktor risiko yang sama. Mereka yang terkena stroke berisiko tinggi terkena serangan jantung, demikian pula sebaliknya.

"Dampak dari kolesterol tinggi, serta tentunya penyakit jantung dan stroke, menurunkan produktivitas sumber daya manusia, dan bahkan menurunkan proporsi populasi warga negara Indonesia yang produktif dan yang berpotensi memajukan bangsa. Kerugian dan dampak buruk akibat penyakit yang sebetulnya dapat dicegah, bukan saja menjadi kerugian individu, tapi juga berdampak bagi negara secara keseluruhan. Budaya atau kebiasaan hidup sehat seharusnya menjadi budaya bangsa," kata Prof. DR. dr. Budhi Setianto, Sp.JP (K) selaku Ketua Yayasan Jantung Indonesia, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa (01/11/2016).

Mengacu pada riset dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, orang dengan kadar kolesterol tinggi, berisiko hingga dua kali lipat menderita penyakit jantung dibandingkan orang dengan kadar kolesterol normal.

Sementara proporsi rata - rata masyarakat Indonesia dengan kadar kolesterol total diatas nilai normal adalah 35 persen, artinya adalah 1 dari 3 orang. Proporsi masyarakat dengan LDL atau kolesterol jahat di atas nilai optimal mencapai 76,2 persen dengan proporsi kategori LDL tinggi atau sangat tinggi 15,9 persen.

Untuk mengatasi hal tersebut, dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia pada 29 September dan Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober, dan sejalan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik, Kalbe yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Yayasan Jantung Indonesia mengadakan gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol melalui produknya Nutrive Benecol.

Gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol merupakan rangkaian program edukasi dengan misi meminimalisir penderita kolesterol tinggi dan menurunkan risiko stroke serta penyakit jantung koroner di Indonesia karena kolesterol tinggi.

Komentar

 
Embed Widget

x