Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 2 Juli 2016 | 09:10 WIB
Hide Ads

Penularan Virus Ebola

WHO Belum Keluarkan Travel Warning ke Afrika

Oleh : Santi Andriani | Minggu, 3 Agustus 2014 | 09:15 WIB
WHO Belum Keluarkan Travel Warning ke Afrika
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta- Terkait penyebaran virus Ebola yang tengah meningkat di Afrika, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengeluarkan travel warning ke negara-negara di Afrika.

"WHO belum mengeluarkan travel warning dalam bentuk apapun, tapi memang CDC Amerika Serikat mengeluarkan semacam peringatan untuk menghindari perjalanan yang tidak begitu perlu (nonesential travel) ke 3 negara terjangkit Ebola," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam siaran persnya di Jakarta baru-baru ini.

Saat ini ada 39 bandara internasional di 35 negara yang memiliki penerbangan langsung dari tiga negara terjangkit Ebola. Negara-negara itu di Afrika, Eropa dan Amerika. Bandara-bandara internasional itu antara lain, tujuh di Eropa (UK, Belgia, Jerman, Perancis, Spanyol dan Belanda), serta tiga di Amerika Serikat (Houston, Atlanta, New York).

Hingga kini tidak ada penerbangan langsung ke Afrika dari Asia, termasuk juga Indonesia.

Tjandra melanjutkan, potensi penyebaran virus melalui penerbangan komersil memang relatih kecil.
Apalagi virus mematikan tersebut menular melalui kontak langsung dengan darah atau sekret tubuh, feses. "Tidak melalui airborne. Jadi kemungkinan penularan di dalam pesawat relatif kecil," jelas Tjandra.

Namun demikian ini tetap harus mendapat perhatian dan kewaspadaan khususnya terhadap perjalanan dari negara-negara di Afrika. Para awak pesawat sudah menerapkan aturan pencegahan khususnya pada pesawat yang membawa penumpang dari negara terjangkit. Seperti memisahkan orang yang mereka curigai, menggunakan sarung tangan, melapor ke bandara kedatangan dan lainnya.

Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes ini menjelaskan pasien Ebola memiliki gejala seperti demam, amat lemah, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorok, muntah, diare, ruam di kulit, kerusakan ginjal dan hati serta perdarahan dalam tubuh.

"Dengan gejala-gejala seberat itu maka tentu kecil kemungkinan seseorang dapat bepergian dengan pesawat udara," sambung Tjandra.

Sebelumnya kemungkinan adanya penularan virus melalui penerbangan terungkap setelah pada akhir Juli, seorang penumpang laki-laki, PS, 40 tahun yang merupakan pekerja Liberia (naturalisasi penduduk Amerika) jatuh sakit ketika turun dari pesawat di Lagos Nigeria.

PS bertandang ke Nigeria untuk merawat saudara perempuannya yang sakit Ebola. PS meninggal dunia lima hari sesudah jatuh sakit

Setidaknya ada 59 orang yang kemudian dievaluasi ketat karena kontak dengan PS, yaitu 15 petugas penerbangan dan 44 petugas RS. Dari 59 orang maka surveilans diteruskan menjadi 67 orang, sejauh ini semua tidak tertular

"Kasus Mr PS ini yang kemudian membuka mata dunia tentang kemungkinan penyebaran Ebola melalui penerbangan internasional," pungkas Tjandra.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x