Jumat, 1 Agustus 2014 | 10:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Seorang Ibu Bisa Mencegah Terorisme
Headline
Teroris - (Foto: Ilustrasi)
Oleh: Santi Andriani
gayahidup - Senin, 13 Mei 2013 | 18:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan yang juga aktivis sosial Dr Edit Schlaffer menegaskan, bahwa setiap ibu memiliki kekuatan menghentikan radikalisasi anak-anak mereka, dan berperan menciptakan dunia ini menjadi tempat yang damai bagi semua orang.

Seperti yang ramai diberitakan saat ini, ibu dari pelaku bom Marathon Boston, Zubeidat Tsarnaeva tahu bahwa anak-anaknya memiliki ide tergolong radikal, tapi ia mengaku tidak tahu tentang ide pengeboman itu.

Pertanyaannya adalah apakah ini artinya Zubeidat sebenarnya bisa mencegah anaknya dari rencana aksi terorisme itu? Dr Schlaffer percaya bahwa seorang ibu dapat membatasi konflik dan ide ekstremis dalam keluarganya.

Melalui organisasinya, Women Without Borders, Dr Schlaffer terus berupaya mendukung pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan terbesar dalam setiap masyarakat.

Melalui program terbarunya, Sister Againts Violent Estremism (SAVE) ingin mendorong perempuan, terutama ibu untuk mencegah kegiatan teroris kekerasan dan radikalisasi anak-anak mereka.

"Ibu-ibu memiliki letak strategis dalam keluarga dan biasanya yang pertama mampun menangani anak-anak dari ketakutan, pengunduran diri, frustrasi dan kemarahan," kata ilmuan sosial dari Australia ini.

Seperti dilansir dari timeofindia, ini menurut Schlaffer yang bisa dilakukan seorang ibu untuk mencegah anaknya menjadi seorang teroris.

Seberapa efektif ibu dalam menghentikan pemikiran ekstremin dari anggota keluarganya?

Dari pertemuan saya dengan para wanita di seluruh dunia, saya menemukan bahwa potensi ibu dalam strategis memerangi terorisme masih diabaikan.

Upaya memberantas terorisme masih fokus pada operasi militer, intelegen penegakan hukum.

Padahal, perempuan khususnya ibu memiliki kemampuan unik untuk mengenali tanda-tanda sebagai peringatan dini terhadap radikalisasi pada anak-anak mereka. Para ibu dapat memainkan peran kunci dalam membatasi sikap ekstremisme anak mereka.

Yang terpenting adalah bahwa ibu memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri bahwa ia mampu melakukan itu. Ini yang kami kerjakan, merangsang ibu untuk membuat mereka menyadari bahwa mereka mampu mempengaruhi dan membimbing anak-anak mereka serta mencegah terlibat kegiatan terorisme.

Lalu bagaimana caranya?

Anak cenderung hanya mendengarkan apa kata ibu mereka jika ia melihat sosok ibu adalah tokoh terhormat dan memiliki otoritas. Tapi ini yang tidak banyak terjadi di lingkungan kita.

Karenanya kita fokus untuk menumbuhkan kepercayaan diri para ibu. Ibu harus terlebih dahulu yakin bahwa ia punya otoritas. Anak akan menghormati ibu saat posisinya tidak ditantang oleh suami atau teman-teman dan lingkungan.

Jadi apakah kebanyakan para ibu selama ini hanya pengamat tak berdaya?

Selama kunjungan ke Tepi Barat, saya bicara dengan Salma, ibu dari dua anak laki-laki. Tragedi bahwa anaknya menjadi 'pengantin' atau bom hidup masih membayangi dirinya. Pembicaraan dengan suaminya hanya menghasilkan bahwa perempuan tidak memiliki tempat dalam politik.

Ia akhirnya berbagi nasib dengan para ibu yang memiliki nasib sama sepertinya dan berupaya menciptakan ruang yang aman di rumahnya sendiri dimana ia bisa mendorong komunikasi terbuka dan membantu membina hubungan ibu dengan anak yang lebih dalam. Salma menentang gagasan ibu Palestina yang menyambut kemartiran putra mereka.

Ia menciptakan pahlwan baru memerangi ekstrimisme keras di garis depan.

Jadi apa yang tengah dilakukan saat ini?

Kami sedang meluncurkan program 'sekolah Ibu' di seluruh dunia, dari Tajikistan ke Indonesia, dari Irlandia Utara ke India.

Program ini bertujuan untuk membekali perempuan dengan alat yang tepat untuk mengangkat isu-isu sensitif dalam keluarga mereka.

Kemiskinan, isolasi dan marjinalisasi membuat populasi rentan dan rentan terhadap kekerasan. Kita perlu menghentikan konflik di bagian paling akar, yang akan menghentikan pembuatan teroris. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER