Kamis, 2 Oktober 2014 | 05:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gaya Uje, Tren Inspiratif Busana Muslim Pria
Headline
Ustad Jefri Al buchori (Uje - (Foto : inilah.com)
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Sabtu, 27 April 2013 | 09:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Berita meninggalnya Ustad Jefri Al buchori (Uje), Jumat (26/4) memang mengejutkan banyak pihak. Semasa hidupnya, selain pandai berdakwah, Uje juga piawai dalam memadu padankan busana yang ia kenakan.

Gaya penampilannya pun jadi inspirasi tren busana muslim kaum pria yang sempat booming pada 2000-an hingga saat ini.
Baju koko
Gaya busana baju koko Uje pernah semarak pada era milenium atau tahun 2000-an. Gaya baju Uje dengan sentuhan bordir di sana-sini, berlabel Preview, merupakan rancangan Itang Yunasz.
Menurut perancang Itang Yunasz, Uje memiliki karisma kepribadian yang secara tidak langsung menjadi passion kuat, termasuk saat mengenakan baju koko.
Pada akhirnya, hal itu menjadi insprasi kaum Adam untuk mengenakan baju koko seperti Uje. Itang mengatakan, baju koko Uje adalah salah satu inspirasi dunia mode di Indonesia.
Baju koko ini sempat fenomenal dan menyihir kaum Adam Indonesia. Tak hanya dikenakan saat beribadah atau kegiatan agama, seperti momen Lebaran, baju koko ini juga sangat diminati untuk kegiatan sehari-hari.
Pemakaian baju koko pun kini menjadi seragam wajib pegawai negeri di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Peci atau Songkok
Selain menggunakan baju muslin yang simple namun tetap ikonik, selama hidupnya saat berdakwah Uje juga mengenakan peci atau songkok yang juga digemari kaum Adam.
Peci atau songkok yang sering digunakan oleh mendiang Ustad Jefri Al Buchori sebenarnya merupakan sejenis topi tradisional masyarakat Melayu.
Biasanya, peci atau songkok kebesaran Uje sering digunakan almarhum dengan dikombinasikan dengan baju koko bordir yang terkesan simple.
Sementara pengamat gaya hidup Sonny Muchlison mengakui dalam hal berbusana, 'ustad gaul' itu tidak kaku hanya dengan koko, sarung dan peci. Tapi berani menggunakan koko pendek dan peci dengan bentuk bulat di bagian atas seperti yang kerap dipakainya.
Bahkan warna busana dan pecinya pun tak terpatok harus hitam atau putih.
"Pakaian apa pun, dia tidak tipikal, tidak harus stempel seperti ustadz yang menggunakan sarung, koko dan peci," ungkapnya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER