Jumat, 1 Agustus 2014 | 10:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kebiasaan Ini Ganggu Kesehatan Organ Intim
Headline
ilustrasi
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Senin, 22 April 2013 | 07:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kaum perempuan ternyata masih sering mengabaikan kesehatan reproduksi. Sebagian karena ketidaktahuan, namun sebagian yang lain karena ketidakpedulian.
Ada beberapa hal yang mungkin nampak sepele namun jika dilakukan terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan akan menggangggu kesehatan organ intim wanita. Apa saja?
Dilansir Cosmopolitan, berikut beberapa kebiasaan yang terkesan sepele, namun jika diteruskan akan mengganggu kesehatan organ intim...
Menahan buang air kecil
Kebiasaan menahan buang air kecil memang kerap terjadi di tengah kesibukan? Jangan sekali-kaljnya menahan.air kencjng karena bisa membahayakan terserang infeksi saluran kemih yang berakibat pada kerusakan ginjal.
Pakai celana dalam keadaan basah
Pastikan calana dalam dan organ intim Anda benar-benar dalam keadaan kering. Jika didiamkan terus menerus dalam posisi basah, akan menjadikannya lembab yang akan mengakibatkan Anda jadi mudah menderita keputihan karena jamur dan bakteri senang berkembang,
Pakai wewangian pada organ intim
Ingin selalu tampil wangi memang wajar. Namun, untuk organ intim sebaiknya cukup memberihkan dengan air, tak perlu menggunakan sabun atau wewangian berlebihan. Biarkan, organ intim berada dalam tingkat keasaman yang normal untuk mencegah timbulnya bakteri yang tak baik.
Sering pakai jins ketat
Kebiasaan menggunakan celana ini terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau celana jins yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak.
Ditambah lagi sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar keringat cepat mengering.
Apabila hal ini terjadi terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu tumbuhnya jamur. Di samping itu risiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi juga bertambah besar.
Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi.
Terlalu lama pakai pantyliner
Sulit dipungkiri, lantaran kesibukan bekerja, banyak orang tak sempat mengganti pakaian dalam, khususnya celana dalam. Meskipun tak mengganti celana dalam, untuk menjaga kelembapan daerah kewanitaan, perempuan kadang memakai pantyliner, atau pembalut tipis sekali pakai.
Pantyliner sebenarnya bukan biang masalah, tapi sebaiknya tidak dipakai setiap hari, apalagi dalam waktu yang lama. Menurut Ardiansjah, terlalu lama menggunakan pantyliner berbahaya bagi kesehatan organ kewanitaan.
Pantyliner yang tidak diganti dalam waktu beberapa jam akan lembap dan menjadi media tumbuhnya jamur atau bakteri (kuman), antara lain kuman Trichomonas vaginalis dan bisa menyebabkan keputihan. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Haya Harareth
Senin, 19 Agustus 2013 | 05:18 WIB
Ma kasih atas info nya
lasti
Senin, 3 Juni 2013 | 10:47 WIB
bermamfaat bangat krna memang sering kurang di perhatikan.... tks..
silvi
Jumat, 26 April 2013 | 08:53 WIB
Baru tau kalo pantyliner juga,thx 4 info
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER