Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 31 Agustus 2015 | 11:43 WIB
Hide Ads

Ingat, Besarkan Anak Tanggungjawab Kedua Orangtua!

Oleh : Santi andriani | Sabtu, 20 April 2013 | 15:18 WIB
Ingat, Besarkan Anak Tanggungjawab Kedua Orangtua!
ilustrasi - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta- Mengasuh dan membesarkan anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Ayah dan ibu memiliki peranan sama besar untuk tumbuh kembang anak.

"Mengasuh anak tugas kedua orang tua, bukan hanya diserahkan kepada ibu atau ayah. Ungkapan bahwa, saya, ayah tugasnya mencari nafkah, mengurus dan mengasuh anak adalah tugas istri sebagai ibu, tidak boleh berlaku lagi," tandas Erlik Isfandiari S.Pd, konsultan pendidikan sekaligus terapis keluarga dalam seminar parenting, Bagaimana Berkomunikasi Efektif pada Anak yang diselenggarakan Sekolah Islam Terpadu, Al-Lauzah di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (20/4/2013).

Dia menjelaskan, kedua orang tua baik ayah maupun ibu memiliki peranan masing-masing yang sama penting dalam tumbuh kembang anak, baik fisik maupun mental untuk kehidupannya kelak.

"Karena ketika anak hanya diasuh atau mayoritas diasuh hanya oleh ibu, maka ia kurang belajar akan kekuatan, ketegasan, demikian sebaliknya jika hanya diasuh oleh ayah," sambung Erlik yang masih aktif mengisi program parenting di Radio Republik Indonesia ini.

Menurut dia dalam mengasuh anak yang menjadi dasar adalah bagaimana mengasuh dan membesarkan anak-anak secara lurus dan benar. Lingkungan keluarga menjadi yang paling utama dalam menguatkan perilaku dan kepribadian si anak sebelum mereka akhirnya terlibat dalam lingkungan sosial yang lebih luas.

"Karena ketika tidak diasuh secara lurus dan benar, lurus sesuai dengan agama dan benar sesuai dengan kepribadiannya, maka kepribadian si anak bisa berubah ketika dia sudah terlibat dalam lingkungan sosialnya," tandasnya.

Erlik juga membeberkan kunci dalam pengasuhan anak yang dimulai dari keluarga.

Yaitu selalu utamakan komunikasi karena ini adalah urat nadi dalam pengasuhan, selalu lakukan sesuatu dengan bahasa empati, bagaimana orang tua memahami dan memposisikan dirinya jika menjadi anak-anak, jadilah pribadi yang asertif, selalu berupaya dan berdoa yang tiada putus, selalu istiqamah dalam proses dan selalu memiliki pandangan positif bahwa anak adalah spesial dan amanah dari Tuhan. [mor]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.