Jumat, 19 Desember 2014 | 14:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Irama Berantakan' Picu Penyakit Jantung
Headline
ilustrasi - (Foto : istimewa)
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Jumat, 19 April 2013 | 09:05 WIB

INILAH.COM,Jakarta - Penyakit jantung, atau yang lebih dikenal dengan serangan jantung, memang bisa menyerang siapa saja. Berbagai gejala bisa muncul, yakni irama jantung tak beraturan.

Gangguan irama jantung sebenarnya merupakan salah satu spektrum penyakit jantung yang luas. Gangguan ini bsia menjadi pertanda awal penyakit jantung serius. Gangguan ini muncul karena adanya kekacauan sinyal listrik yang berfungsi menstimulus otot jantung untuk memompa secara teratur.

Salah satu penyebab serangan jantung adalah fibrilasi atrium, yaitu gangguan pada irama jantung. Fibrilasi atrium ini ditandai dengan tidak berdetaknya jantung secara teratur sehingga bisa menyebabkan penggumpalan darah di atrium.

Akibatnya, tidak semua darah dalam jantung terpompa baik yang berujung pada penyempitan pembuluh darah jantung.

"Kelainan irama jantung merupakan salah satu gejala gangguan jantung. Hal ini tak bisa dibiarkan karena bisa menimbulkan kematian mendadak," kata Ahli jantung dari Rumah Sakit Eka Hospital Tangerang, Dr Daniel Tanubudi, SpJp, di Jakarta.

Lebih lanjut, Daniel menambahkan dua dari lima pasien stroke dapat terjadi karena adanya kelainan jantung. Terdapat tiga gejala kelainan irama jantung yakni terlalu lemah, terlalu cepat dan tidak teratur.

"Detak jantung yang terlalu lambat bisa menyebabkan pingsan, lemas,pusing, dan mudah lemah. Sedangkan detak jantung yang terlalu cepat bisa menyebabkan perasaan tidak enak, gagal jantung, dan kematian mendadak," tambahnya.

Tak hanya itu, kelainan jantung juga bisa menimbulkan detak jantung tak teratur bisa menyebabkan cepat lelah, stroke, gagal jantung, dan kematian mendadak.

Dr Daniel menjelaskan, gangguan irama jantung bisa disebabkan karena ada penyumbatan pada pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut pecah dan masuk ke pembuluh darah di otak, bisa menyebabkan stroke. Yang mengkhawatirkan, stroke akibat gangguan irama jantung ini gejala lanjutannya seringkali lebih parah sebab penyumbatan yang terjadi bisa masuk ke pembuluh otak yang lebih hulu.

Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung yang tak normal. Normalnya, jantung manusia berdetak sekitar 60 - 100 kali per menit. Detak jantung dikatakan tak normal jika kurang dari 60 detak per menit atau melebihi 100 detak per menit. Detak jantung yang tak normal sebenarnya bisa diperiksa sendiri dengan tangan kosong.

"Coba raba di pergelangan tangan di bawah jempol untuk mengukur denyut nadi, lalu hitung berapa banyak denyutnya dalam 1 menit," papar dr Daniel.

Apabila irama jantungnya tak beraturan, terkadang lambat dan terkadang cepat, maka si penderita lebih berisiko terserang sudden cardiac death atau kematian mendadak akibat serangan jantung. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER