Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 00:06 WIB
Hide Ads

2 Pekan Festival Seni Anyam: Adi Kriya Kalimantan

Oleh : Arief Bayuaji | Selasa, 26 Maret 2013 | 17:30 WIB
2 Pekan Festival Seni Anyam: Adi Kriya Kalimantan
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Festival Seni Anyam: Adi Kriya Kalimantan berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat selama 2 pekan, mulai 27 Maret sampai 7 April 2013.

"Festival ini bisa jadi salah satu cara memperkenalkan seni dan budaya Kalimantan ke masyarakat. Juga memperkenalkan ke banyak orang bahwa ini merupakan kreasi bangsa Indonesia," ujar Pengurus Yayasan Bhakti Total, Edi Muryadi di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Selama ini, Pulau Borneo, termasuk Kalimantan memiliki tradisi seni anyaman terkaya, terindah, tercanggih dan paling beragam di dunia. Dasarnya, sejarah budaya rumit, kreativitas dan keahlian masyarakatnya. Hampir semua teknik anyam yang terdapat di seluruh dunia, diketahui ada di pulau ini. Pasalnya, tradisi menganyam merupakan ekspresi kreatif utamanya.

Sayangnya, sektor kreatif tersebut kurang mendapatkan perhatian. Padahal, banyak macam anyaman, hasil karya orang asli Kalimantan seperti tudung, tikar, bakul, dan lainnya luar biasa cantiknya. Sayangnya lagi, dokumentasi mengenai seni anyam Kalimantan tersebut jarang ditemui.

Jhon Mc Glynn, Chairman Board F.Trustee membenarkannya. "Banyak karya kita diklaim Malaysia karena kita tidak bisa menjaganya. Menyikapi situasi itu, kami bersyukur karena masih banyak pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan seni dan budaya," jelas Jhon.

Festival Seni Anyam: Adi Kriya Kalimantan akan berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, mulai 27 Maret sampai 7 April 2013. Festival menghadirkan pakar seni dan budaya Kalimantan, mulai Valeri Mashman, Junita Arneld Maiullari, William Wongso, Pindi Setiawan, Korrie Layun Rampan, Yori Antar dampai Adhi Nugraha. Pameran foto Kalimantan 1920-1925 karya fotografer Jerman, Gregor Krause juga menghiasi festival.

Sejauh ini, festival bertujuan membangkitkan minat masyarakat luas tentang Kalimantan. Mulai anak-anak sampai orang tua. "Mulai anak-anak sekolah hingga mahasiswa, desainer, peneliti, bahkan wisatawan, pecinta seni dan juga kuliner. Gratis
mulai 27 Maret 2013 hingga 7 April 2013, pukul 10.00 sampai 18.00WIB (kecuali ada pertunjukan malam hari)," katanya.

Jhon pun mengungkapkan, acara selama dua pekan tersebut bersamaan dengan peluncuran buku Plaited Arts From The Borneo Rainforest. Buku yang menjelaskan bagaimana cara orang Kalimantan dan anyaman, baik dalam pengguna sehari-hari maupun kegiatan upacara. Buku berdesain motif, ikon yang terdapat dalam Anyaman tersebut rilis setelah menjalani riset selama 20 tahun.

"Kami sudah mencetak 2.500 eksempar. Sebagian sudah dipesan oleh museum-museum di luar negeri," tutur Jhon, yang juga pendiri Yayasan Lontar. [aji]

 
Embed Widget

x