Selasa, 23 Desember 2014 | 01:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Puisi Memulai Sebuah Perubahan Sosial?
Headline
inilah.com
Oleh:
gayahidup - Minggu, 24 Februari 2013 | 00:15 WIB

INILAH.COM,Jakarta - Mampukah puisi memulai sebuah perubahan sosial? Pertanyaan itu tampaknya selalu berkecamuk di setiap orang yang hadir dalam peluncuran Jurnal Sajak, yaitu delapan buku tentang aneka isu sosial yang diikat dalam satu spirit yang sama.
Protes sosial tidak hanya diekspresikan melalui demo di jalan, atau menduduki gedung parlemen. Protes itu bisa diekspresikan melalui puisi esai.
Jarang terjadi, pada sebuah acara komunitas budayawan juga menampilkan pidato politik pemimpin partai seperti SBY yang ternyata sadurannya mirip sekali dengan buku Atas Nama Cintakarya Denny JA yang bertemakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi'.
"Suatu hal sangat menggembirakan, Hal ini menunjukkan bahwa protes sosial yang tersaji dalam karya Deny JA tersebut mengawali lahirnya sebuah kampanye isu sosial untuk suatu perubahan yang lebih baik," kata Jamal D. Rahman, Pimpinan Redaksi Jurnal Sajak di Jakarta, belum lama ini.
Buku Atas Nama Cintakarya Denny JA memang sengaja menyoroti dan mengekspos isu-isu yang sifatnya sosial dan politik yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan, sejak era reformasi, hingga saat ini.
Rupa-rupanya, demikian seperti yang terbaca dalam puisi-puisi esai buku itu, dan yang juga dikemukakan para penulis epilognya, aspek isi atau pun aspek intrinsik buku tersebut memang murni dan sengaja hendak mengangkat atau mengekspos berbagai persoalan sosial-politik di Indonesia yang sekurang-kurangnya telah berlangsung selama satu dekade atau satu dasawarsa lebih.
Sejumlah persoalan sosial-politik di Indonesia atau “Tentang Indonesia” yang terbilang sangat memprihatinkan dan merongrong harkat dan martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab.
Leon Agusta dalam pidato kebudayaannya menyatakan bahwa politik demokrasi di Indonesia saat ini berjalan tanpa kokohnya budaya demokrasi. Sebuah tragedi akibatnya. Kebebasan yang dibawa reformasi justru banyak diisi oleh kekerasan primordial karena tidak siapnya budaya.
Hal Ini bagaikan sebuah lahan yang membutuhkan gerakan budaya 'Indonesia Tanpa Diskriminasi', Dan Jika gerakan ini meluas maka perbedaan identitas sosial tak lagi menjadi sumber konflik sosial.
Judul Buku: Atas Nama Cinta - Sebuah Puisi Esai
Penulis: Denny JA
Penerbit: Renebook
Terbit: Januari 2013
ISBN: 9786021915325 [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER