Minggu, 21 September 2014 | 21:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sukseskan KB Mandiri
Jamsostek Beri Pelatihan CTU pada Tenaga Medis
Headline
inilah.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Senin, 19 November 2012 | 19:49 WIB

INILAH.COM,Bandung - PT Jamsostek (Persero) berkewajiban menyediakan pelaksanaan kesehatan yang berkualitas, termasuk memberikan pelatihan contraception technology uptodate (CTU) bagi tenaga medis di klinik provider guna mensukseskan terlaksananya KB Mandiri.

"Payanan kesehatan tersebut diberikan melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan dari klinik perusahaan divisi PJPK Jamsostek melalui pelatihan teknik kontrasepsi guna terlaksananya KB Mandiri," kata Kepala Divisi Pelayana Jaminan Pelayanan Kesehatan Jamsostek, Drg. Endro Sucahyono. M.Kes, usai pembukaan acara pembukaan pelatihan medis teknologi kontrasepsi terkini bagi provider klinik perusahaan PT Jamsostek Kantor Wilayah IV Jawa Barat, di Bandung, Senin (19/11).

Menurut Endro, Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT) atau Contraception Technology Update (CTU) ini dilaksanakan untuk menyiapkan petugas kesehatan agar mampu memberikan pelayanan KB yang efektif dan berkualitas.

Endro menjelaskan pelatihan tersebut meliputi penerapan pelatihan terkait ketrampilan pemasangan serta pelepasan alat kontrasepsi. Tak hanya itu, penanganan permasalahan saat atau sesudah dilakukan pemasangan maupun pelepasan alat kontrasepsi juga diterapkan pada pelatihan ini.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kita (PT Jamsostek) dalam rangka ikut mensukseskan program KB mandiri yang sedang digalakan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk," jelas Endro.

Menurutnya, ini merupakan kegiataan perusahaan BUMN pertama kali yang langsung support kepada BKKBN dengan pendanaannya sendiri. Inilah bentuk nyata kita dalam pelaksanaan KB Mandiri di sektor swasta.

Untuk pelatihan ini, sambung Endro, di setiap provinsi Jamsostek melakukan pelatihan kepada 10 provider (rumah sakit yang menjadi mitra Jamsostek). Setelah sebelumnya pelatihan itu berlangsung di Batam dan Surabaya.

"10 provider Bandung, 10 provider surabaya, dan 15 provider Batam, memang dirasa kurang namun untuk kedepannya akan dilakukan pelatihan kembali di cabang-cabang terdekat," ungkapnya.

Lebih lanjut Endro menambahkan, dalam hal pelayanan program Keluarga Berencana, Jamsostek sudah sejak dahulu menjamin penggunaan alat kontrasepsi dengan bentuk yang beragam, pil, suntik, IUD, dan lain sebaginya sejak JPK terbentuk.

"Kegiatan ini hanya sebagai pelengkap atau penunjang untuk memberikan pelatihan pada tenaga medis akan metode pemasangan alat kontrasepsi," urai Endro.

Sementara itu, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dr M. Tri Thajadi Mph menambahkan pelatihan ini murni inisiasi dari PT Jamsostek dengan pendanaannya sendiri, dan patut diapresiasi.

"Pelatihan kontrasepsi terbaru ini akan meningkatkan pelayanan KB yang lebih efektif dan berkualitas," tambahnya.

Tri Thajadi menilai menilai BUMN yang bergerak di bidang asuransi ketenagakerjaan ini tidak hanya fokus pada program jaminan bagi pekerja, tetapi juga fokus meningkatkan pelayanan keluarga berencana.

Peran pihak swasta lebih besar

Tri Tjahjadi menguraikan peran pihak swasta lebih besar ketimbang pemerintah. Pelayanan KB di sektor swasta mencapai 65 persen untuk akseptor yang mengulang, sedangkan akseptor baru jumlahnya mencapai 45 persen.

“Kalau tidak dirangkul tidak dilayani takutnya drop out, “ urai Tri.

Beberapa tahun ini memang perkembangan program KB sektor swasta semakin menurun dan hampir tidak terdengar lagi. Penyebabnya antara lain Pertama, melemahnya kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan konseling kepada pegawai perusahaan.

Kedua, kompetensi tenaga provider (bidan dan para medis) yang masih kurang dalam memberikan konseling. Ketiga, belum sepenuhnya materi KIE tersedia di tempat pelayanan KB di perusahaan. Hal ini mengakibatkan pengetahuan dan sikap para karyawan yang masih ragu ragu untuk ikut ber-KB.

Keempat, komitmen Pimpinan Perusahaan terhadap program KB yang semakin melemah.

“Kita akan terus berkerja bersama-sama dengan pihak swasta, karena kalau tidak hati-hati tahun 2014 akan ada 700 ribu yang akan dicabut, dan 680 ribu yang akan dipasang”, tegas Tri Thajadi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER