Rabu, 20 Agustus 2014 | 15:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rahasia Di Balik Kenikmatan 'Permainan' Payudara
Headline
ist
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Jumat, 9 November 2012 | 12:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Permainan pada buah dada wanita berupa pijatan terkadang tak hanya menimbulkan kenikmatan, namun juga dapat memproduksi ASI.

Jaringan payudara berisi banyak pembuluh getah bening dan pembuluh darah. Jika pembuluh ini terhambat, aliran menjadi tidak lancar dan bisa membuat masalah. Pemijatan bisa membantu memperlancar sirkulasi cairan ini.

Pijat payudara juga akan membersihkan saluran susu, sehingga susu mengalir lebih lancar dan cepat mengosongkan payudara, yang akhirnya memacu produksi ASI lebih berlimpah lagi.

Pijat payudara sebaiknya rutin dilakukan setiap hari, misalnya sambil mandi selama 20 menit (setiap sisi payudara selama 10 menit). Untuk merangsang produksi ASI, pijat payudara sebaiknya sudah rutin dilakukan sejak masa kehamilan.

Dilansir Today Moms, seorang wanita bisa dengan mudah merangsang payudara untuk memproduksi ASI. Salah satu terapi yang disarankan adalah dengan mengonsumsi pil KB secara rutin selama beberapa bulan. Kemudian berhenti sesaat menjelang proses adopsi.

Ketika konsumsi sejumlah obat dan herbal disebut dapat membantu sekresi ASI, upaya membiarkan bayi mengisap puting juga diyakini dapat merangsang produksi ASI sedikit demi sedikit.

“Hanya butuh tiga hari bagi bayi angkat saya mengisap puting, hingga akhirnya saya bisa memproduksi susu,” ujar Jane Anne Wilder, seorang wanita yang mengadopsi bayi 17 tahun lalu.

“Dia bukan anak biologis saya, karena saya tak akan melewatkan kesempatan sedikit pun untuk memperkuat ikatan dengannya,” kata Wilder.

Dengan perangsangan payudara yang kemudian dapat menimbulkan produksi ASI membuat semakin banyak wanita yang menyusui anak angkatnya. Salah satunya, Anne Schaeffer yang telaten menyusui sendiri bayi angkatnya.

“Tidak mungkin bagi saya untuk memahami ikatan emosional dengan bayi saya, jika tak menyusui sendiri,” ujarnya.

Schaeffer mendapat bantuan dari Julie Bouchet-Horwitz, seorang praktisi dan konsultan laktasi. Setelah mengikuti panduan mengenai terapi laktasi, Schaeffer mampu produk ASI sendiri, meski tak hamil dan melahirkan.

“Sungguh melegakan, ketika saya mampu merasakan semacam ikatan fisik,” kata wanita yang memutuskan mengangkat anak setelah mengalami keguguran empat kali. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER