Selasa, 2 September 2014 | 16:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Grebek Pasar' KB Pikat Hati Masyarakat
Headline
ist
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Selasa, 6 November 2012 | 10:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Grebek Pasar Tradisional di Pasar Balong Ponorogo, Jawa Timur guna menggeliatkan program Keluarga Berencana (KB).

Grebek Pasar (gerakan bersama keluarga pas sasaran) keluarga berencana (KB) yang dikemas dalam kegiatan Grebek Pasar Tradisional dapat merebut hati dan perhatian masyarakat, bukan saja pedagang, pembeli, tetapi juga dari masyarakat di sekitar pasar dan masyarakat umum lainnya.

Deputi bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Hardiyanto mengatakan grebek Pasar Tradisional semakin familier di masyarakat. Di setiap daerah, kegiatan Grebek Pasar selalu mendapat sambutan yang sangat besar dari masyarakat.

"Situasi inilah yang dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program KB,” kata Hardiyanto saat membuka Pasar Grebek Tradional di Pasar Balong Ponorogo, Minggu (4/11/12), dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM,

Hardiyanto menjelaskan rangkaian Grebek Pasar Tradisional Balong selama dua hari, diwarnai oleh Roadshow mupen dan motor PLKB yang bergerak berkeliling Kota Ponorogo sejauh 60 kilometer, dan pelayanan KB. Selain itu juga digelar wayang kulit yang dimainkan oleh enam dalang yaitu Ki Agus Sabdo Priono, Ki Puguh Santoso, Ki Jarot Sadono, Ki Sento Yitno, Ki Setyo Laksono Putro, dan Ki Tukiman.

“Pesan-pesan KB yang disampaikan melalui wayang juga sangat efektif. Semalam itu (Sabtu, 3/11/12) wayang kulit yang digelar dan ditonton oleh lebih dari 300-an warga,” jelas Hardiyanto.

Direktur Advokasi dan KIE Yunus Patriawan Noya menambahkan keterangan, Grebek Pasar Tradisional sebagai upaya untuk memberikan akses informasi soal KB. Model kampanye dengan cara menggali potensi lokal, sehingga pesan-pesan KB lebih mudah diterima oleh masyarakat.

“Model Grebek Pasar ini adalah kampanye KB yang disesuaikan dengan budaya dan kearifan lokal. Ternyata teman-teman di daerah menyambut baik,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan membuat panduan advokasi dan KIE. Panduan ini sangat penting karena pemimpin daerah saat ini mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, ada yang berasal dari politisi, ada yang dari birokrat, dan ada juga yang pengusaha. “Advokasi di era otonomi daerah memang tidak mudah.

Oleh karenanya, kami akan menyusun panduannya, agar bisa menjadi acuan bagi pelaksana di daerah,” ungkap Yunus.

Ponorogo “cegeg”

Sementara itu, Bupati Ponorogo H Amin, SH mengatakan, komitmen Pemerintah Kabupaten Ponorogo terhadap program KB adalah harga mati. Hal itu ditunjukkan dengan lembaga yang khusus menangani KB yaitu Badan Keluarga Berencana yang sudah disahkan melalui Perda nomor 11 tahun 2008.

“Ponorogo memang “cegeg” (top sekali) TFR-nya 1,98 dibawah TFR Jatim yang 2,01, dan TFR nasional yang 2,30. Sedangkan LPP nya 1,9 persen. Keseriusan Ponorogo mendorong masyarakat agar KB menjadi kebutuhan,” kata Amin.

Usai melakukan peninjauan pelayanan KB, Amin bersama Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Hardiyanto meresmikan UPT Badan Keluarga Berencana Kecamatan Balong di Jalan Pemuda nomor 4 Balong, Ponorogo.

UPT Badan Keluarga Berencana ini adalah yang ke 14. Pembangunan UPT ini, dua diantaranya dibiayai oleh APBD. “Masih kurang 7 UPT lagi yang yakan mengisi kecamatan, dan sudah dianggarkan melalui DAK (dana alokasi khusus),” ujarnya

Amin mengatakan, di Ponorogo saat ini terdapat 116 penyuluh KB (PLKB). PIhaknya masih membutuhkan 154 PLKB lagi, untuk memenuhi kebutuhan. “kami juga minta agar 109 bidan yang belum dilatih CTU agar bisa segera dilatih supaya terampil. Jumlah bidan yang sudah dilatih CTU sebanyak 360 bidan,” ujarnya.

Amin juga berjanji tidak akan mengurangi anggaran APBD nya untuk melaksanakan program KB. “Komitmen kami untuk program KB adalah harga mati. Jadi meskipun kami tidak bisa menaikkan lagi anggaran untuk program KB, minimal kami hrus mengupayakan sama atau tidak berkurang,” ujarnya.

Kepala Badan Keluarga Berencana Ponorogo Adri Susilo mengatakan, Ada tiga tujuan Gerebek pasar yaitu percepatan pencapaian program KB, meningkatkan informasi dan KIE, meningkatkan cakupan KB dengan MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang)

Selama dua hari pelayanan, pihaknya dapat menjaring 100 akseptor IUD, 200 akseptor implant, dan 7 akseptor vasektomi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER