Minggu, 23 November 2014 | 21:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cegah Tawuran dengan Pendidikan Karakter
Headline
inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Selasa, 2 Oktober 2012 | 21:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Belakangan ini banyak terjadi tawuran antar pelajar, yang saat ini sedang menjadi sorotan adalah tawuran pelajar SMAN 6 dengan SMA 70 Jakarta yang mengakibatkan 1 orang tewas dan 2 orang luka-luka.

Kondisi seperti ini seharusnya diperhatikan oleh semua pihak terutama di lingkungan sekolah untuk melakukan langkah-langkah strategis guna menangani tawuran antarpelajar melalui kurikulum praktek pendidikan karakter bukan teori.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP-PA) Linda Amalia Sari Gumelar menanggapi maraknya tawuran antar pelajar yang sampai menelan korban belakangan ini.

“Salah satunya dengan menyediakan sarana olah raga yang cukup bagi pelajar atau pun seni, agar mereka mempunyai ruang gerak untuk melampiaskan semangat mudanya kepada hal-hal yang bermanfaat. Agar mereka lebih sportif, dispilin, dan menjaga kebersamaan,” kata Linda di Jakarta,Minggu (30/9).

Linda menjelaskan kekerasan yang melibatkan siswa ini memperlihatkan kian merosotnya karakter bangsa. Selain merugikan pelaku, korban dan kelompoknya, kasus seperti ini juga mempermalukan bangsa sendiri.

Apalagi ini terjadi kota metropolitan seperti Jakarta, yang seharusnya pemahaman pelajarnya jauh lebih maju dan seharusnya menjadi teladan bagi pelajar di daerah. Rasa-rasanya, kata Linda, tawuran ataupun kekerasan siswa di daerah lebih jarang terjadi daripada di kota besar. "Sudah saatnya, peristiwa seperti ini menjadi perhatian serius semua pihak, terutama orang tua, guru dan sekolah," jelas Linda.

Menurut Linda, selain pendidikan karakter, peran orang tua di rumah juga sangat penting untuk memberikan keteladanan pada anak, juga lingkungan sekitar harus membantu memberikan keteladanan untuk tumbuh kembang anak.

"Sesering mungkin ajaklah anak untuk berbicara dengan menggunakan bahasa anak. Jadikanlah mereka teman agar bisa berkomunikasi dan meringankan hal-hal dalam diri anak yang mungkin bisa memicu pemberontakan yang dilampiaskan pada orang lain," sambungnya.

Sementara, Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso menambahkan BKKBN sangat concern dalam menanggapi masalah tawuran pelajar dalam upaya pembentukan ketahanan keluarga.

“Keluarga harus menjadikan tempat yang nyaman bagi remaja untuk mencurahkan berbagai permasalahannya. Karenanya, diharapkan peran orang tua untuk mencurahkan perhatian kepada anak saat mereka menginjak masa remaja," tambahnya.

Menurut Sudibyo, masa remaja merupakan masa transisi mencari jati diri, sehingga penting peran orang tua mengarahkan remaja agar memiliki karakter yang baik. “Harus ada komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja,” terang Sudibyo.



Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER