INILAH.COM,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA) Linda Amalia Sari Gumelar membidik kalangan petani untuk melaksanakan kesetaraan dan pengarusutamaan gender (PUG).

“Kaum petani memiliki sumber daya besar dan potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Parapetani juga diharapkan meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, kendali terhadap sumber daya, serta perolehan manfaat dari hasil-hasil pembangunan," kata Linda usai meneken MoU dengan Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, baru-baru ini.

Linda menjelaskan, pembangunan pertanian telah dirasakan manfaatnya selama ini. Namun secara riil, sambung dia, permasalahan yang perlu mendapat perhatian semua pihak juga masih ada, seperti isu kekurangberdayaan petani, kemiskinan, ketahanan pangan, pelestarian sumber daya alam, pendidikan, kesehatan dan gizi anak, tenaga kerja, serta permodalan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, program pembangunan pertanian nasional mulai mengadopsi pelaksanaan kesetaraan dan pengarusutamaan gender (PUG). Tindak responsif gender itu tergambar dalam kebijakan anggaran Kementan tahun ini yang mencapai Rp433,5 miliar.

Sasaran PUG tahun ini mencakup, Sekolah Lapangan-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Tanaman Pangan, Hortukultura, Perkebunan, Sekolah Lapangan-Pengelohan Pemasaran Hasil Pertanian (SL-PPHP), Sarjana Membangun Desa, Pengembangan Irigasi Partisipatif, Pengembangan Desa Mandiri dan Pelatihan Teknis bagi Non Aparatur (pelatihan agribisnis).

Sementara tahun 2013, akan dilaksanakan 10 kegiatan responsif gender, dengan pagu indikatif Rp427,9 miliar pada masing-masing eselon I lingkup Kementerian Pertanian. [mor]