Rabu, 22 Oktober 2014 | 02:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penyedap Rasa Tak selamanya Berbahaya
Headline
ajinomoto.co.id
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Kamis, 20 September 2012 | 03:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Cita rasa adalah cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut. Untuk meningkatkan cita rasa seringkali digunakan bahan tambahan makanan, yaitu penyedap rasa.
Penyedap rasa identik dengan monosodium glutamat (MSG) sehingga sebagian masyarakat enggan memakainya. Masako kembali menegaskan bahwa bila produknya menggunakan MSG yang masih di batas aman.
Penggunaan MSG, atau dikenal dengan nama vetsin atau micin pada makanan, masih menimbulkan kontroversi dalam masyarakat Indonesia. Hal itu dipicu dari sejumlah penelitian yang terkait keamanan penyedap rasa tersebut.
Tidak jarang, MSG dituding sebagai penyebab berbagai keluhan atau penyakit. Misalnya yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika Serikat yang makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah.
Ketakutan ini terjadi lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Ada lagi yang menghubungkan MSG dengan timbulnya sesak napas pada penderita asma. Bahkan ada yang menuduh MSG menjadi penyebab timbulnya tekanan darah tinggi dan kanker.
Menjawab soal keamanan MSG, sejumlah penelitian dan pengujian telah dilakukan terhadap produk ini terbukti aman dikonsumsi. MSG tersusun dari sodium (natrium), glutamat, dan air yang merupakan unsur nutrisi bagi tubuh.
"Produk kita aman dari MSG karena sebagaimana diketahui, aturan kadar MSG dalam produk consumer goods termasuk Masako hanya bisa ditentukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," kata Bagian Produksi Ajinomoto Co, Jasman kepada INILAH.COM saat acara temu media peresmian pabrik Ajinomoto di kawasan industrial city Karawang, baru-baru ini.
Jasman menjelaskan, pihak kami telah melakukan banyak penelitian dan pengujian bahwa MSG aman digunakan asal dalam batas wajar. Dalam produk Masako, misalnya, komposisi yang digunakan lebih banyak menggunakan garam, gula, dan ekstrak daging ayam dan sapi daripada larutan MSG.
”Untuk membuat MSG harus memakai gula. Glutamat, naturium, air, Tiga komponen pembuat MSG. Secara sains, tidak ada bukti alergi karena glutamat. Glutamat ada banyak di tomat, keju, daging," jelas Jasman.
Sementara itu, Presiden Direktur Sales Indonesia Ajinomoto Taro Komura menambahkan, BPOM Indonesia juga menentukan batas penggunaan MSG secukupnya. Sesuai fungsinya sebagai bumbu masak yang menyedapkan rasa. Batasan ini sama dengan penggunaan garam dan gula dalam masakan.
"MSG, seperti hal lainnya, selama dikonsumsi dengan baik atau masih berada di batas aman, tidak masalah. Kami mengikuti aturan BPOM, mengikuti aturan kesehatan yang berlaku di Indonesia. Aturan halal MUI juga kita ikuti," tambahnya.
Sekadar informasi, Ajinomoto Co, perusahaan penyedap masakan asal Jepang yang sudah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 40 tahun ini memiliki pabrik seluas 167 ribu meter persegi. Berdiri pada 1969 dan telah beroperasi di 26 negara. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER