Jumat, 22 Agustus 2014 | 00:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Obat Palsu Terus Ancam Keselamatan Pasien
Headline
inilah.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Sabtu, 15 September 2012 | 21:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Tingginya harga obat dipasaran cenderung dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan obat palsu di pasaran.

Padahal, maraknya peredaran obat palsu di pasaran justru akan menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan dan keselamatan pasien yang menggunakannya.

“Obat palsu merupakan ancaman yang serius terhadap kesehatan dan keselamatan“Obat-obat ‘tiruan’ ini menjadi ancaman yang riil bagi pasien, karena dapat mengandung berbagai zat yang berbahaya, seperti logam keras atau pestisida," kata DR. Dr. Akmal Taher, SpU (K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam acara Kongres Federasi Asosiasi Farmasi Asia (FAPA) 2012, di Bali beberapa waktu lalu.

Menurutnya, obat palsu bisa saja tidak memiliki kandungan zat aktif farmasi, atau memiliki dosis zat aktif yang salah sehingga tidak dapat memberikan manfaat terapi sesuai dengan yang diresepkan.

"Penggunaan obat-obatan palsu bisa mengakibatkan kegagalan pengobatan bahkan kematian," tegasnya.

Dokter yang juga direktur utama RSCM itu menambahkan, seharusnya, konsumen mendapatkan info yang benar mengenai bahaya obat palsu dan bagaimana cara melindungi diri mereka dari obat palsu tersebut. Cara terbaik bagi konsumen untuk mendapatkan akses ke obat asli adalah dengan selalu membeli obat resep di apotek.

"Konsumen juga perlu dibimbing agar bisa mengenali saluran-saluran resmi ini, juga untuk bagaimana membedakan obat asli dengan versi palsunya," tambahnya.

Sementara itu. Drs Dani Pratomo MM Apt, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya menjawab ajakan MIAP iuntuk memberantas peredaran obat palsu.

“Apoteker memiliki kewajiban untuk melindungi pasien dan program sertifikasi ini meningkatkan kompetensi apoteker dalam mencegah peredaran obat palsu, sekaligus menjamin keselamatan pasien," ungkap Dani.

Retno Tyas Utami dari BPOM menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah meminta industri farmasi untuk berperan aktif jika obatnya dipalsukan dan sejak lama bekerja sama dengan lembaga perlindungan konsumen dalam menghadapi isu pemalsuan obat.

Namun menyadari bahwa saat ini masalah obat palsu sudah sangat mendesak untuk benar-benar diselesaikan, maka upaya bersama termasuk dari pihak professional harus dimulai.

“Obat palsu merupakan ancaman bagi pasien di Indonesia yang terus berkembang,” kata Utami.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER