Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 07:22 WIB
Hide Ads

Obat Palsu Terus Ancam Keselamatan Pasien

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Sabtu, 15 September 2012 | 21:15 WIB

Berita Terkait

Obat Palsu Terus Ancam Keselamatan Pasien
inilah.com

INILAH.COM,Jakarta - Tingginya harga obat dipasaran cenderung dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan obat palsu di pasaran.

Padahal, maraknya peredaran obat palsu di pasaran justru akan menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan dan keselamatan pasien yang menggunakannya.

"Obat palsu merupakan ancaman yang serius terhadap kesehatan dan keselamatan"Obat-obat tiruan ini menjadi ancaman yang riil bagi pasien, karena dapat mengandung berbagai zat yang berbahaya, seperti logam keras atau pestisida," kata DR. Dr. Akmal Taher, SpU (K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam acara Kongres Federasi Asosiasi Farmasi Asia (FAPA) 2012, di Bali beberapa waktu lalu.

Menurutnya, obat palsu bisa saja tidak memiliki kandungan zat aktif farmasi, atau memiliki dosis zat aktif yang salah sehingga tidak dapat memberikan manfaat terapi sesuai dengan yang diresepkan.

"Penggunaan obat-obatan palsu bisa mengakibatkan kegagalan pengobatan bahkan kematian," tegasnya.

Dokter yang juga direktur utama RSCM itu menambahkan, seharusnya, konsumen mendapatkan info yang benar mengenai bahaya obat palsu dan bagaimana cara melindungi diri mereka dari obat palsu tersebut. Cara terbaik bagi konsumen untuk mendapatkan akses ke obat asli adalah dengan selalu membeli obat resep di apotek.

"Konsumen juga perlu dibimbing agar bisa mengenali saluran-saluran resmi ini, juga untuk bagaimana membedakan obat asli dengan versi palsunya," tambahnya.

Sementara itu. Drs Dani Pratomo MM Apt, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya menjawab ajakan MIAP iuntuk memberantas peredaran obat palsu.

"Apoteker memiliki kewajiban untuk melindungi pasien dan program sertifikasi ini meningkatkan kompetensi apoteker dalam mencegah peredaran obat palsu, sekaligus menjamin keselamatan pasien," ungkap Dani.

Retno Tyas Utami dari BPOM menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah meminta industri farmasi untuk berperan aktif jika obatnya dipalsukan dan sejak lama bekerja sama dengan lembaga perlindungan konsumen dalam menghadapi isu pemalsuan obat.

Namun menyadari bahwa saat ini masalah obat palsu sudah sangat mendesak untuk benar-benar diselesaikan, maka upaya bersama termasuk dari pihak professional harus dimulai.

"Obat palsu merupakan ancaman bagi pasien di Indonesia yang terus berkembang," kata Utami.


0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with