Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 3 Agustus 2015 | 22:07 WIB
Hide Ads

Cara Bijak Kontrol Kesedihan Hati

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Senin, 27 Agustus 2012 | 09:05 WIB

Berita Terkait

Cara Bijak Kontrol Kesedihan Hati
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Kesedihan adalah perasaan jiwa yang bersifat naluriah, berupa kecil hati dan hilangnya rasa senang dan gembira pada seseorang.

Perasaan ini dialami setiap orang dari waktu ke waktu, tergantung sikap mental yang ada pada dirinya dan kesulitan hidup yang dialaminya. Oleh karena itu, perasaan ini pada umumnya tidak selamanya menghinggapi manusia. perasaan ini dapat hilang tergantung bagaimana kita sanggup melawannya.

Seperti dikutip dari CNN.com, Associate Professor Psikiatri di Emory University School of Medicine, Dr. Charles Raison menyebutkan bahwa kita hendaknya harus menjadi seorang Dalai Lama untuk tidak merasakan kepahitan dalam hidup.

Berikut ini adalah beberapa cara melepaskan kepahitan secepat mungkin demi kesehatan Anda sendiri.

Sadar akan diri sendiri

Teruslah mengingatkan diri sendiri tentang bahaya fisik yang mungkin menyerang Anda jika terus menyimpan kepahitan. Jika tidak segera diatasi, kata Troiani, dalam lima tahun ke depan hal itu akan menghantui Anda dalam bentuk sakit kepala kronis, kelelahan, arthritis, dan sakit punggung.

''Kuncinya adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap situasi ini dalam jangka panjang," katanya.

Curhat

Beri waktu kepada diri sendiri untuk melampiaskan amarah dan mengeluarkannya dari tubuh Anda, saran Dr. Maryann Troiani, penulis buku Spontaneous Optimism.

Menonton berita

Frederick Luskin, Direktur Stanford Forgiveness Project, menyarankan pasien sakit hatinya untuk berpikir tentang berapa banyak orang lain yang tertimpa hal-hal buruk.

''Saya meminta orang untuk menonton berita selama sehari, atau membaca koran, atau pergi bekerja dan mengobrol dengan orang, dan mereka akan melihat bahwa orang lain juga menderita dan hal ini hanya bagian dari kehidupan,'' tandasnya.

Konfrontasi

Troiani mengatakan beberapa pasiennya telah menemukan pelipur lara dengan mengonfrontasi orang yang melukai hati mereka. Namun, tindakan ini juga bisa menjadi bumerang.

''Beberapa mantan pasangan benar-benar psikopat, dan memburu mereka bisa menjadi bencana. Mereka hanya akan berkomplot dan memutar keadaan dan menyalahkan Anda, '' katanya.

Jika situasi demikian yang Anda hadapi, cobalah menulis surat kepada orang tersebut dan membacakannya kepada teman terpercaya, sarannya.

Fokus pada hal yang tengah dihadapi

Untuk menyembuhkan kesedihan, sebaiknya Anda terlalu banyak mengingat serta memikirkan beban-beban yang terjadi di masa lalu dan akan terjadi di masa depan.

Fokuslah pikiran Anda hanya pada hal yang tengah di hadapi saat itu. Dengan demikian, fokus Anda akan beralih sehingga mampu melupakan kesedihan. [mor]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.