INILAH.COM, Jakarta - Hari Lebaran identik dengan melimpah ruahnya makanan, baik makanan berat maupun makanan ringan seperti kue-kue kering dan minuman manis lainnya.
Undangan open house atau silahturahmi pun menumpuk yang ujung-ujung diakhiri dengan pesta makan.
Tak jarang berbagai makanan itu justru memicu sakit lantaran mungkin dimakannya dalam porsi yang tidak biasa maupun mengandung lemak maupun santan dalam jumlah sangat banyak.
Lalu jangan sampai acara silahturahmi ke rumah rekan maupun saudara juga harus dilanjutkan untuk berkunjung ke rumah sakit karena meningkatnya kolesterol maupun kandungan gula dalam darah.
“Ya ini yang harus diperhatikan, jangan sampai setelah lebaran kemudian yang muncul gangguan kesehatan. Memang setelah itu (Lebaran) banyak pasien yang datang mengeluh kolesterol atau gula mereka meningkat,” ujar dokter spesialis penyakit dalam, dokter Hayatun Nufus SpPD ketika dihubungi INILAH.COM, baru-baru ini.
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ini mengatakan, biasanya keluhan-keluhan penyakit itu muncul satu minggu setelah Lebaran.
Selain karena mungkin dalam satu minggu mereka masih terlibat dengan kegiatan Lebaran, ada juga yang benar-benar baru merasakan dampaknya terhadap kesehatan setelah satu minggu.
Dokter yang sehari-hari berpraktek di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini mengatakan, setidaknya ada beberapa penyakit yang pada umumnya timbul pasca Lebaran. Penyakit itu yaitu,
1.Meningkatnya kolesterol, ini akibat dari mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang berlemak dan misalnya mengandung santan.
2.Diabetes atau kadar gula dalam darah juga meningkat. Hari raya identik dengan makanan kering maupun basah yang manis-manis, selain juga ada buah dan minuman-minuman yang juga manis.
3.Gangguan pencernaan seperti maag.
4. Buang-buang air besar atau diare.
“Selain dari makanan itu sendiri, ganguaan kesehatan juga disebabkan oleh pola makan yang salah. Sebenarnya tidak apa-apa jika kita memperhatikan porsi yang kita makan, kuncinya sebenarnya jangan terlalu berlebihan. Sementara undangan-undangan silahturahmi Lebaran kan banyak sekali, jelasnya.
Sedangkan terkait penyakit diare, Hayatun mengatakan, meski tidak terlalu banyak kasusnya, namun ini juga bisa menyerang, karena akibat melimpah ruahnya makanan terkadang pemilik acara tidak memperhatikan faktor-faktor kebersihan di sekelilingi mereka.
“Lalat dimana-mana, karena terlalu sibuk melayani tamu, kebersihan jadi tidak terjaga,” singkatnya.
Karenanya, dia menyarankan, tidak ada salahnya menikmati hidangan yang terkadang memang hanya ada di saat Lebaran, namun tetap harus memperhatikan porsinya.
Dia menjelaskan, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan untuk bisa menikmati hidangan saat Lebaran namun tidak menghasilkan penyakit setelah selesainya.
1. Perhatikan porsinya
Jangan menjadikan Lebaran sebagai ajang balas dendam setelah hampir sebulan berpuasa. Tetaplah makan dengan porsi yang tidak terlalu banyak atau berlebihan.
2. Cara pengolahan
Mungkin ingin menghidangkan sejumlah makanan yang serba berlemak atau mengandung kolesterol tinggi seperti daging, udang atau lainnya. Tapi sebaiknya pilih cara pengolahan yang bisa mengurangi dampaknya bagi tubuh, seperti lebih banyak direbus, atau kurangi penggunaan zat-zat penyedap tambahan.
3. Banyak minum air putih
Jika memang tidak bisa menolak hidangan yang telah disediakan si pemilik rumah, sebaiknya setelah makan-makanan yang mengandung lemak dan santan itu, kita memilih untuk minum air putih, bukan justru ditambah minuman manis apalagi bersoda. Ini akan menyulitkan penguraian lemak dalam tubuh.
4. Siagakan obat yang sudah sering dikonsumsi untuk penyakit Anda
Menikmati semua jenis hidangan tentu tidak bisa seluruhnya dilarang, tapi harus dipastikan Anda tahu resikonya. Jadi selalu seimbangkan dengan minum obat yang memang selalu dikonsumsi untuk mencegah penyakit Anda kambuh. [mor]