INILAH.COM, Jakarta- Suatu hari Andri membuka akun facebook. Wanita berusia 31 yang tengah mengandung jalan delapan bulan menemukan foto bayi laki-laki yang baru lahir dengan kondisi tidak sempurna fisiknya, yang kebetulan diunggah si teman.
Begitu melihat foto itu, mendadak pikiran buruk melintas di kepala karyawati perusahaan swasta itu akan kondisi fisik janin bayi yang sedang dikandungnya.
Timbul sejumlah pertanyaan apakah bayinya bisa juga lahir dengan kondisi tak sempurna, apakah lengkap atau tidak lengkapnya anggota tubuh bayi bisa diketahui semenjak masih dikandungan?
Dia berjanji, berbagai pertanyaan itu akan ditanyakannya kepada dokter kandungan yang rutin memeriksanya pada jadwal pemeriksaan berikutnya yang kebetulan juga dijadwalkan untuk USG.
Meski agak takut-takut namun karena rasa penasaran, akhirnya pertanyaan itu terlontarkan juga bersamaan ketika dokter selesai melakukan USG meski dokter saat itu tak menyampaikan ada hal-hal aneh terhadap fisik janin bayi.
“Dok, sejauh ini apakah bisa ketawan ada anggota fisik bayi saya misalnya tidak lengkap atau cacat?,” tanya Andri kepada dokter kandungan pribadinya, Dokter Alwin Simanjuntak, SpOG.
Dokter Alwin tak langsung menjawab, raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi agak kesal.
“Yang seperti ini yang tidak benar, harus diubah ya kamu mindsetnya. Tidak boleh ada pikiran seperti ini, dari mana dapat pikiran itu?” ujar dokter yang berpraktek di Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan ini kesal. Andri yang ditegurpun menjadi bingung karena dokter tak menjawab pertanyaannya malah kembali diajukan pertanyaan lain.
Dokter Alwin pun akhirnya menjelaskan, yang dari penjelasannya sebenarnya bisa menjawab pertanyaan awalnya bahwa kondisi janin bayinya tidak memiliki masalah.
“Pertanyaan seperti itu tidak bisa tiba-tiba diajukan. Pertumbuhan fisik bayi itu bukan lalu misalnya bulan pertama tumbuh kaki, lalu bulan ke dua tubuh tangan, lalu bulan ke tiga tubuh kuping atau bibir. Pertumbuhan fisik bayi itu terjadi bersamaan sejak di bulan-bulan pertama,” katanya.
Kalaupun ditemukan ada pertumbuhan yang tidak beres seperti ada indikasi cacat, ia menjelaskan, itu akan disampaikan dokter langsung tanpa ditanyakan terlebih dahulu oleh si pasien.
Katanya, sejumlah kekhawatiran semacam itu harus dibuang jauh-jauh dari pikiran seorang ibu yang tengah mengandung yang justru bisa menimbulkan kondisi psikologis si ibu terganggu dan akhirnya bisa menganggu pertumbuhan janin bayi itu sendiri.
Dia mengingatkan, lebih baik ibu mengandung selain menjaga asupan makanan sehat dan bergizi juga perbanyak dengan doa dan ibadah agar si bayi lahir sehat, selamat dan tidak kekurangan satu apapun. [mor]