INILAH.COM, Jakarta- Menurut penelitian terbaru, 96% wanita merasa bersalah setidaknya sekali sehari.
Hal ini tentu member efek merusak kesehatan kita, bahkan berpotensi menimbulkan depresi. Seperti dilansir dari time of india, setidaknya ada tujuh hal wanita sering merasa bersalah.
Tidak ada waktu untuk anak-anak
Kebanyakan ibu sekarang memilih tetap bekerja ketika sudah memiliki anak. Meski diharapkan dapat memenyeimbangkan kehidupan rumah tangganya dengan tuntutan pekerjaan, tapi faktanya mereka justru tidak punya keseimbangan yang tepat.
Yang ada justru ketika sedang bekerja sering mengkhawatirkan anak-anak dan sebaliknya, ketika sedang mengasuh anak-anak yang terpikir adalah pekerjaan. Ini yang mebuat kecemasan selalu datang dam wanita menjadi sering merasa bersalah.
Gagal menurunkan berat badan
Seringkali gambar tubuh ramping para model atau bintang film memberi inspirasi atau bahkan tekanan bagi para wanita menjadikan tubuh mereka ramping seperti di gambar.
Beberapa langkah pun diambil seperti diet, atau berlatih. Tapi karena keinginan itu datang dari obsesi akan gambar tubuh ramping, sering usaha mereka menjadi sia-sia dan ketika keinginan tidak tercapai mereka sangat mudah merasa bersalah.
Membeci atau menyesali diri sendiri
Pada awalnya pergi berbelanja mungkin menyenangkan diri sendiri. Tapi ketika semua hasrat sudah terpenuhi dan mendapati barang belanjaan begitu banyak bahkan Anda sendiri tidak mengerti apakah itu benar-benar dibutuhkan, kemudian timbul rasa menyesal dan membeci diri sendiri mengapa hingga khilaf menghabiskan uang sebanyak itu.
Merasa tidak membuat pasangan bahagia
Perkerjaan Anda di kantor ataupun di rumah seringkali membuat Anda mengabaikan yang lainnya termasuk perhatian untuk pasangan. Jika sudah seperti ini, Anda lalu kadang merasa bersalah dan menjadi stress sendiri.
Sebaiknya diskusikan berdua dengan pasangan, agar pasangan tidak berpikiran bahwa dia menjadi nomer yang kesekian yang mendapat giliran perhatian dari Anda.
Selalu terlambat
Ini selalu diidentikan dengan perempuan, namun kadang-kadang timbul situasi yang memangmembuat kita terlambat, tidak peduli seberapa siap kita. Jika sudah seperti ini wanita lalu sering kali merasa bersalah, apakah karena keterlambatan ini membuat rencana dengan pasangan menjadi berantakan atau dengan pekerjaan mereka sendiri.
Adalah saat yang tepat untuk Anda mulai mengevaluasi diri sendiri mengapa hal ini seringkali terjadi. Mendapat masukan dari orang lain seperti ibu atau bahkan pasangan Anda juga bukan ide buruk.
Melupakan ulang tahun
Terkadang wanita sering melupakan hari penting seperti ulang tahun dari orang-orang dekat mereka atau bahkan pasangan mereka sendiri. Ini tak terbantahkan.
Tapi ini tentu bukan hal yangdisengaja. Jika Anda merasa bersalah, katakan kepada diri sendiri dan minta maaf dan menjelaskan itu bukan disengaja.
Mengambil waktu kesenangan Anda pribadi
Ini sama saja ketika Anda mengambil hak orang lain, rasanya sangat tidak adil. Wanita sampai mengambil waktu yang sebenarnya diperuntukan untuk memanjakan pribadinya untuk urusan yang lain seperti pekerjaan.
Seperti waktu bersenang-senang Anda dengan menikmati membaca novel atau pergi ke salon yang sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tapi harus direlakan untuk urusan yang mendesak lainnya yang berhubungan dengan orang lain atau pekerjaan Anda.
Menganggap tidak bisa melakukan seperti yang orang tua lakukan
Seringkalu menganggap bahwa apa yang dilakukan orang tua dulu adalah cerminan perilaku yang sempurna dan harus diikuti. Dan ketika perempuan tidak bisa menyamainya, dia lalu merasa bersalah karena tidak bisa melakukan seperti yang orang tua mereka lakukan.
Sebaiknya lakukan dengan cara Anda sendiri yang Anda anggap benar, apa yang orang tua lakukan sebaiknya dijadikan pedoman saja, jangan 100 persen ingin menconteknya karena bagaimana Anda adalah berbeda dengan orang lain tak terkecuali orang tua Anda.
Mengatakan 'tidak'
Sulit mengatakan 'tidak' bagi seorang wanita terhadap suatu hal karena seolah mereka dijadikan pegangan oleh orang lain dan mereka diajarkan untuk menempatkan orang lain terlebih dahulu.
Padahal ini adalah hak setiap orang untuk mengatakan tidak jika memang itu tidak sesuai dengan keiginan Anda. Beri diri Anda waktu untuk berpikir tentang setiap permintaan, sehingga sudah siap untuk memberikan jawaban.
Jika memangAnda benar-benar tidak ingin melakukan apa yang mereka minta, mintalah masukan, tapi kalau memang Anda sudah yakin, mengatakan ‘tidak’ pun bukan suatu kesalahan. [mor]