INILAH.COM, Jakarta- Latihan yoga sangat bermanfaat untuk para penderita stroke. Penelitian baru mengungkapkan, yoga bisa membantu mereka mengembalikan keseimbangan tubuh.
Para peneliti menemukan kelompok penderita stroke yang melakukan yoga dapat meningkatkan keseimbangan tubuhnya setelah tak menjalani perawatan kesembuhan secara medis.
Dalam penelitian itu, para ilmuwan menguji potensi manfaat yoga di antara penderita stroke kronis - yang terjadi lebih dari enam bulan sebelumnya.
Peneliti Dokter Arlene Schmid, dari Indiana University di Amerika Serikat, mengatakan, "Untuk orang dengan stroke kronis, yoga bisa menjadi efektif untuk meningkatkan fungsi motorik dan keseimbangan.”'
Melibatkan 47 orang, sekitar tiga-perempatnya adalah laki-laki, dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama adalah mereka yang melakukan yoga dua kali seminggu selama delapan minggu, kelompok kedua adalahgroup 'yoga-plus', yang bertemu dua kali seminggu dan memiliki rekaman relaksasi setidaknya tiga kali seminggu, dan kelompok ketiga adalah kelompok dengan perawatan medis biasa .
Dibandingkan dengan pasien dalam kelompok yang hanya melakukan perawatan medis, pasien dengan kelompok yang melakukan yoga ditemukan meningkat keseimbangan tubuhnya.
Para peneliti mengatakan masalah keseimbangan sering berlangsung lama setelah seseorang menderita stroke, kecacatan dan jatuh.
"Untuk pasien stroke kronis, bahkan jika mereka tetap terapi rehabilitasi cacat, pemulihan alami dan akut biasanya berakhir setelah enam bulan, atau mungkin setahun,“ ujar Dr Schmid.
“Masalahnya adalah sistem kesehatan belum tentu bersedia membayar untuk perubahan itu.Studi ini menunjukkan bahwa dengan bantuan beberapa, bahkan pasien stroke kronis dengan kelumpuhan yang signifikan di satu sisi dapat mengatur untuk tidak memodifikasi poseyoga,“ ujarnya.
Pasien tertua dalam penelitian ini adalah di tahun 90-an nya. Semua peserta harus mampu berdiri sendiri di awal studi tersebut.
Para peneliti mengatakan yoga mungkin terapi yang lebih tepat dari latihan tradisional karena kombinasi dari postur, napas, dan meditasi dapat menghasilkan efek yang berbeda dari latihan sederhana.
Penelitian ini sudah diterbitkan dalam jurnal Stroke. [mor]