Sabtu, 25 Mei 2013 | 12:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pola Makan Salah dan Stres Masih Jadi Pemicu Maag
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Santi Andriani
gayahidup - Selasa, 17 Juli 2012 | 16:16 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM- Jakarta- Sekitar sembilan persen penduduk di Indonesia diperkirakan menderita sakit maag.

Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan PT Kalbe Farma pada 2011.
Namun diprediksi angkanya jauh lebih tinggi bahkan mencapai 50% berdasarkan penelitian Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Dari penelitian yang dilakukan tim dokter di RSCM, salah satunya dokter Ari, ditemukan penderita maag di Indonesia mencapai 50%, baik maag kronis maupun gangguan lambung," kata dokter spesialis penyakit dalam, dr Hayatun Nufus SpPD dalam konferensi pers peluncuran Pusat Konsultasi Ahlinya Lambung yang diselenggarakan perusahaan obat sakit maag Promag, PT Kalbe Farma di Jakarta, Selasa (17/7).

Dokter Hayatun dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang sehari-hari juga berpraktek di RSCM menggantikan dokter Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB, Konsultan Gastroenterologi Hepatollgi dari Kolegium PB-PAPDI, menjadi nara sumber dalam acara itu.

Hayatun menjelaskan, penyakit maag atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai dipepsia sebenarnya ada dua jenis, yaitu dipepsia organik dan dipepsia fungsional.

Dari 50% penduduk Indonesia yang menderita maag, mayoritas yaitu 86% di antaranya menderita dipepsia fungsional. Sedangkan sisanya adalah penderita maag organik.

Temuan RSCM juga senada dengan penelitian Kalbe Farma bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang menderita maag adalah jenis maag fungsional, yang paling banyak ditemukan di kota besar seperti Jakarta.

Maag fungsional yaitu tidak ditemukan kelainan dalam struktur anatomi alat pencernaan sebagai pencentue penyakit itu. Melainkan maag disebabkan karena pola makan yang salah dan faktor psikologis.

"Pola makan yang tidak teratur , kebiasaan makan makanan yang berlemak, banyak minum kopi, minuman bersoda, makanan asam dan pedas dan kebiasaan merokok," ujarnya.

Sedangkan faktof psikologis, dijelaskan Hayatun, disebabkan karena kecemasan yang berlebihan hingga menjadi stres. Stres ditenggarai sebagai
penyebab maag karena dapat memacu asam lambung meningkat.

Sementara maag organik, diterangkan dokter yang tengah mengandung lima bulan ini, jika berdasarkan pemeriksaan lebih detail yaitu dengan sarana endoskopi ditemukan adanya kelainan dalam sistem pencernaan . Misalnya luka yang menyebabkan pendarahan.

Jika ini tidak diobati bahkan bisa memicu kanker lambung.

Kebanyakan penderita gangguan lambung seperti maag tidak menyadari gejala awal sakit maag seperti sering bersendawa, kembung,mual, nyeri perut dan cepat kenyang. Bahkan di kasus tertentu, ciri-ciri sakitnya hingga menusuk ke belakang.

Seperti diketahui, maag adalah penyakit yang menyerang alat pencernaan terutama lambung, bahkan sebagian sampaii ke usus dan kerongkongan. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.