Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 April 2015 | 18:35 WIB
Hide Ads

Masalah Kependudukan

'Bonus' Demografi, Jendela Peluang atau Masalah?

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Senin, 16 Juli 2012 | 09:34 WIB

Berita Terkait

'Bonus' Demografi, Jendela Peluang atau Masalah?
inilah.com

INILAH.COM,Jakarta - Ledakan angkatan jumlah usia produktif pada saat ini sebenarnya merupakan bonus demografi yang akan menjadi jendela peluang atau bahkan masalah bagi Indonesia. Tergantung bagaimana kita mengelolanya?

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso menyampaikan itu pada acara "Debat Masalah Kependudukan di Kalangan Generasi Muda dalam rangka Memperingati Hari Kependudukan Sedunia tahun 2012", di Universitas Indonesia Depok.

Sudibyo menjelaskan meningkatnya jumlah usia produktif yang sebenarnya merupakan bonus demografi bisa berdampak negatif jika tidak dikelola baik.

Sebaliknya, ledakan angkatan jumlah usia produktif pada saat itu yang sebagian besar merupakan para remaja dan generasi muda pada saat ini bisa berdampak positif jika dimanfaatkan dan dikelola dengan sangat baik.

"Pengelolaan itu bisa dari peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan dan penguatan karakter bangsa sehingga jumlah usia produktif yang sangat besar tidak akan menjadi masalah jika mereka merupakan orang-orang berkualitas," jelasnya.

Sudibyo menambahkan menambahkan, jika peningkatan jumlah usia produktif tersebut diisi oleh manusia dengan kualitas sumber daya yang rendah termasuk tingkat pendidikan dan kemampuannya maka akan menjadi beban negara salah satu contohnya adalah mengakibatkan pengangguran.

Sementara, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof. Dr. Sri Moertiningsih Adioetomo membenarkan bahwa bonus demografi bisa menjadi jendela peluang atau malah menimbulkan dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

"Salah satu upaya dalam mengelola bonus demografi adalah mengintensifkan program keluarga berencana, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas kesehatan dan memanfaatkan teknologi dengan sangat baik," urainya. [mor]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.