INILAH.COM, Jakarta - Serangan jantung bukan lagi monopoli usia tua. Kini usia muda, bahkan remaja juga bisa terkena serangan yang dapat menyebabkan kematian itu.
Dari 10 pasien yang terkena sakit jantung, sebanyak 7-8 pasien di antaranya, berusia muda.
Menanggapi hal itu, dr. Agus Riawan, SpJP, kardiologis dari Rumah Sakit Jantung Binawaluya, meminta masyarakat lebih waspada dengan gaya hidup dan pola makan mereka. Banyak yang tidak menyadari jika kadar kolesterolnya tinggi karena tidak memiliki gejala tertentu.
"Ada pasien saya, usianya 13 tahun terkena serangan jantung. Ada juga yang usianya 30 tahun, seorang trainee olahraga, terkena serangan jantung dan dipasang 3 sten," jelasnya, di sela kegiatan 'Cek Kolesterol Gratis', yang diadakan RS Jantung Binawaluya dan PT Pfizer Indonesia, Selas (3/7).
Sementara itu, dokter spesialis jantung RS Jantung Binawaluya, Dr.$dr. M. Munawar, SpJP, menambahkan, kelebihan kolesterol dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai penyakit mematikan seperti stroke dan jantung, bahkan kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kematian mendadak.
"Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari betul bahaya dari makanan-makanan lezat yang mereka gemari. Yang lezat belum tentu sehat. Cek kolesterol secara rutin dapat mengantisipasi kadar kolesterol berlebih," tegasnya.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi penyakit stroke di Indonesia sebesar 0,8%, yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan.
Karenanya, melalui cek kolesterol gratis ini, masyarakat menjadi lebih waspada dengan gaya hidup dan pola makan. [mor]