Jumat, 24 Mei 2013 | 08:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wah! Bakal Ada Tontonan Wayang Berbahasa Indonesia
Headline
Inilah.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Sabtu, 30 Juni 2012 | 07:57 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Wayang adalah tontonan turun menurun masyarakat Jawa. Namun regenerasi penontonnya terhambat 'permasalahan' bahasa.

Penasehat Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Dr Subagyo Partodiharjo mengatakan itu dalam acara diskusi perkembangan seni budaya wayang yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia (BCA), di Jakarta, Jumat (29/6).

Subagyo menjelaskan permasalahan yang saat ini terjadi adalah bahasa. Bahasa yang sering digunakan oleh para dalang adalah bahasa Jawa, sedangkan yang mengerti bahasa Jawa tidak begitu banyak terlebih untuk generasi muda sekarang.

"Penonton sepi bukan karena dalangnya siapa, melainkan bahasa yang digunakan dalang kurang dipahami generasi muda yang cenderung lebih banyak memakai bahasa inggris," jelas Subagyo.

Menurut Subagyo, seiring berjalannya waktu agar seni wayang semakin diminati, penggunaan bahasa indonesia dalam setiap pagelaran amatlah penting.

Karena, sambung Subagyo dengan Bahasa Indonesia dan durasi yang pendek wayang akan mudah dimengerti dan memungkinkan timbulnya dalang-dalang baru dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Agar menarik, jenis kesenian baru sejenis wayang yang mudah dinikmati seharusnya berdurasi pendek dan menggunakan bahasa agar tidak menjadi kendala kedepannya," urai anggota DPR RI yang sekaligus sebagai budayawan dan pemerhati wayang.

Sementara, dalang asal kota Tegal yang sudah menerapkan Bahasa Indonesia, Ki Enthus Susmono menambahkan menarik atau tidaknya pertunjukkan wayang tergantung bagaimana seorang dalangnya.

Menurut dia, sejak menerapkan pedalangan dalam bahasa Indonesia, penontonnya jadinya banyak, dan grupnya jadi sering ditanggap.

"Kami tampil sekitar dua jam. Musiknya sedikit kencang, sehingga penonton juga bersemangat," ungkap Enthus.

Melalui wayang diharapkan terbangun karakter positif seperti kejujuran, kesederhanaan, ketulusan, kasih sayang, cinta tanah air dan bangsa. Nah, kalau semua ini dapat terwujud, maka terjadilah pelestarian budaya dan sekaligus membangun karakter bangsa.

"Agar seni wayang ini dapat diterima diseluruh tanah air, maka perlu diperkenalkan sedini mungkin kepada anak sekolah SD melalui pelajaran kesenian dan budi pekerti," terang Subagyo. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.