INILAH.COM, Jakarta - Wayang adalah tontonan turun menurun masyarakat Jawa. Namun regenerasi penontonnya terhambat 'permasalahan' bahasa.
Penasehat Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Dr Subagyo Partodiharjo mengatakan itu dalam acara diskusi perkembangan seni budaya wayang yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia (BCA), di Jakarta, Jumat (29/6).
Subagyo menjelaskan permasalahan yang saat ini terjadi adalah bahasa. Bahasa yang sering digunakan oleh para dalang adalah bahasa Jawa, sedangkan yang mengerti bahasa Jawa tidak begitu banyak terlebih untuk generasi muda sekarang.
"Penonton sepi bukan karena dalangnya siapa, melainkan bahasa yang digunakan dalang kurang dipahami generasi muda yang cenderung lebih banyak memakai bahasa inggris," jelas Subagyo.
Menurut Subagyo, seiring berjalannya waktu agar seni wayang semakin diminati, penggunaan bahasa indonesia dalam setiap pagelaran amatlah penting.
Karena, sambung Subagyo dengan Bahasa Indonesia dan durasi yang pendek wayang akan mudah dimengerti dan memungkinkan timbulnya dalang-dalang baru dari berbagai provinsi di Indonesia.
"Agar menarik, jenis kesenian baru sejenis wayang yang mudah dinikmati seharusnya berdurasi pendek dan menggunakan bahasa agar tidak menjadi kendala kedepannya," urai anggota DPR RI yang sekaligus sebagai budayawan dan pemerhati wayang.
Sementara, dalang asal kota Tegal yang sudah menerapkan Bahasa Indonesia, Ki Enthus Susmono menambahkan menarik atau tidaknya pertunjukkan wayang tergantung bagaimana seorang dalangnya.
Menurut dia, sejak menerapkan pedalangan dalam bahasa Indonesia, penontonnya jadinya banyak, dan grupnya jadi sering ditanggap.
"Kami tampil sekitar dua jam. Musiknya sedikit kencang, sehingga penonton juga bersemangat," ungkap Enthus.
Melalui wayang diharapkan terbangun karakter positif seperti kejujuran, kesederhanaan, ketulusan, kasih sayang, cinta tanah air dan bangsa. Nah, kalau semua ini dapat terwujud, maka terjadilah pelestarian budaya dan sekaligus membangun karakter bangsa.
"Agar seni wayang ini dapat diterima diseluruh tanah air, maka perlu diperkenalkan sedini mungkin kepada anak sekolah SD melalui pelajaran kesenian dan budi pekerti," terang Subagyo. [mor]