INILAH.COM,Jakarta - Survei terbaru Chartered Society of Physiotherapy (CSP) menunjukkan bahwa ada beberapa kebiasaan pekerja yang dapat merusak kesehatan salah satunya bekerja hingga larut malam.
Dilansir Dailymail, dalam survei itu para ahli menemukan satu dari empat pekerja mempertaruhkan kesehatan mereka akibat bekerja sepanjang hari tanpa beristirahat. Bahkan sepertiga dari mereka mengalami gangguan kesehatan karena melewatkan makan siang akibat beban pekerjaan bertumpuk.
Sementara kebiasaan buruk lainnya yang juga diklaim organisasi tersebut dapat merusak kesehatan adalah bekerja di posisi yang sama dalam jangka waktu terlalu lama, serta memaksakan diri bekerja ketika kondisi sedang sakit atau stres.
Menurut CSP, dampak jangka panjang yang mungkin dialami para pekerja itu adalah menderita sakit punggung, obesitas, depresi, jantung, dan stroke. Karena itu CSP memperingatkan agar para staf pekerja dan pengusaha sebaiknya mengadopsi praktek kerja yang sehat.
"Bekerja baik untuk kita karena dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan fisik dan mental. Namun bukan berarti saat lembur Anda tidak memiliki waktu atau energi untuk menjaga kesehatan sendiri ataupun memaksakan diri untuk bekerja ketika sedang sakit," ujar Phil Gray, Chief Executive dari CSP.
Ben Willmott, dari Chartered Institute of Personnel and Development. juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, hasil temuan ini bisa menjadi alarm peringatan bagi para pekerja.
" Tingkat tekanan tertentu saat di tempat kerja tentu saja diperbolehkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Willmott menambahkan, jika tekanan yang dihadapi pekerja secara teratur melebihi kemampuan mereka untuk mengatasinya, dalam kata lain stres, kemungkinan bisa mengarah pada kondisi seperti depresi, anxiety, dan penyakit jantung. [mor]