Senin, 20 Mei 2013 | 10:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Beauty Treasure
Kolaborasi Keindahan Busana Peranakan Tionghoa
Headline
ist
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Selasa, 19 Juni 2012 | 09:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Lewat koleksi busana yang sekaligus merupakan penghargaan atas keindahan budaya peranakan Tionghoa, tiga desainer Indonesia berkolaborasi menggelar peragaan busana 'Beauty Treasure'.

Bertempat di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, ketiga desainer, Jeanny Ang, Deden Siswanto, Rudy Chandra yang bernaung di bawah Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) ini berkolaborasi menghadirkan pergelaran yang bertemakan sejarah perkembangan budaya peranakan di Asia, terutama yang berasal dari Indonesia.


Jeanny Ang

Jeanny menampilkan 25 set busana wanita, yang terbagi menjadi tiga sesi, yakni sesi pertama menampilkan tujuh set mini dress, sesi kedua menampilkan 9 set gaun kebaya, dan sesi yang terakhir menampilkan 9 set gaun pesta.

Rangkaian busana itu terinspirasi dari Festival Lentera (Lantern Festival) dalam budaya Cina. Koleksinya dihadirkan dalam rangkaian warna-warna cerah seperti pink, hijau, biru, kuning dan orange yang mewakili energi optimis dan kemeriahan sebuah festival.

Untuk bahan, Jeanny menggunakan material batik dari Batik 2 Sisi yang menggunakan teknik cetak khusus sehingga menghasilkan motif batik serupa pada kedua sisi kain.

Deden Siswanto

Tidak mau ketinggalan dengan Jeanny Ang, koleksi yang terdiri dari 25 set busana wanita dan pria ini terinspirasi oleh proses asimilasi budaya Cina sebagai pendatang dengan penduduk setempat.

Dengan berbagai potongan asimetris dan siluet serta sejumlah motif simetris khas Cina, koleksi kali ini menggambarkan perpaduan antara dua latar budaya berbeda yang menghasilkan suatu budaya baru.

Didominasi oleh kain organza, suede dan voile yang diterapkan dengan teknik layering, koleksi tetap terlihat ringan namun dinamis.

Rudy Chandra

Menghadirkan 25 set rancangan yang terinspirasi sejumlah ornamen estetika pada bangunan bersejarah, keramik dan perabotan dari Budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia.

Bentuk ornamen diterapkan lewat teknik bordir yang mengambil inspirasi dari baju cheong sam khas Cina.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain chiffon silk, batik lasem, brocade dan taffeta, dengan warna-warna seperti merah tembaga, emas dan coklat keemasan. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.