Minggu, 26 Oktober 2014 | 01:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mengapa Anda Keluar dari Pekerjaan Sekarang?
Headline
ist
Oleh: Santi Andriani
gayahidup - Senin, 18 Juni 2012 | 17:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta- Mengapa Anda memilih keluar atau meninggalkan pekerjaan sebelumnya, terkadang menjadi pertanyaan yang diajukan pewawancara kepada Anda ketika wawancara pekerjaan baru sedang berlangsung.

Pertanyaan ini kadang membuat kita sulit menjawab. Karena bisa menjadi penilai bagaimana minat dan keseriusan kita terhadap pekerjaan, selain pasti kita memiliki alasan pribadi yang mungkin tak bisa disampaikan secara umum.

Pewawancara akan menyelidiki lebih dari apa yang dia lihat dan baca di resume Anda. Dan satu pertanyaan umum Anda akan diminta menjelaskan: "mengapa Anda meninggalkan pekerjaan terakhir Anda?" atau "mengapa Anda mencari perubahan?"

Seperti dikutip dari shine.com, mari kita lihat bagaimana pertanyaan ini berfungsi sebagai teknik evaluasi dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda, bahwa Anda pantas dan layak diterima di pekerjaan baru yang Anda tuju.

Apa yang pewawancara ingin tahu

Melalui pertanyaan ini, ia ingin menyelidiki apakah akan ada kaitannya dengan pekerjaan Anda sebelumnya. Apakah alasan keluar dari tempat lama adalah normal atau di bawah tekanan, baik situasi pekerjaan maupun sikap atasan.

Kedua, pewawancara ingin tahu bagaiamana masa depan pekerjaan di tangan Anda nanti. Apa tujuan karir Anda, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan jangka panjang tujuan karir dan apakah akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan karier Anda.

Hasil kerja Anda akan menentukan dan apakah menambah beban organisasi.

Bagaimana menjawabnya

Pertama, harus jelas alasan mengapa Anda ingin berganti pekerjaan. Apakah untuk kemajuan karir atau Anda mengundurkan diri dalam keadaan tidak menyenangkan?

Bagaimanapun menjawab dengan tepat dan sebenarnya adalah kunci mendapat respon positif juga. Jawablah dengan ringkas dan tidak bertele-tele atau menambah bumbu-bumbu dengan maksud Anda menginginkan si pewawancara setuju sikap Anda.

Bagaimana tidak menjawabnya

Dalam situasi ini, Anda tidak perlu menjelek-jelekkan pekerjaan Anda yang sebelumnya, atau situasi atau juga sikap atasan Anda jika mungkin itu menjadi alasan Anda keluar.

Karena pewawancara pada dasarnya tidak memiliki ketertarikan lebih selain hanya ingin mengetahui dan mendengarkan jawaban yang sebenarnya dari mengajukan pertanyaan itu kepada Anda. Jadi Anda tidak perlu menceritakan seperti Anda sedang curhat dan mencari dukungan.

Tunjukkan sisi positif bahwa Anda adalah seseorang yang berkomitmen untuk pertumbuhan pribadi, dan akan menambah nilai perusahaan atau organisasi nantinya jika Anda layak dipilih untuk bergabung. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER