Senin, 20 Mei 2013 | 20:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Serangan Jantung, 'Perlahan' Namun Mematikan
Headline
foto: Ilustrasi
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Minggu, 17 Juni 2012 | 18:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan pembunuh nomor satu menggantikan posisi infeksi. Penyakit ini dikategorikan sebagai silent killer yang bisa membunuh kapan saja.

Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.

Serangan jantung memang tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja. Bahkan orang yang bergaya hidup sehat juga bisa menderita serangan jantung 'mendadak'.

Seperti dikutip dari Medicinenet, serangan jantung atau yang juga dikenal dengan myocardial infraction adalah kematian otot jantung mendadak dari halangan yang tiba-tiba pada arteri koroner akibat adanya pembekuan darah.

Penyumbatan pada arteri ini mengambil darah dan oksigen dari otot jantung yang menyebabkan otot jantung mengalami cedera. Cedera pada jantung ini menimbulkan sakit dada dan sensasi yang menyakitkan bahkan kematian.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya serangan jantung yang dapat berujung pada kematian:

Kelelahan.

Kelelahan fisik dan mental bisa memicu berbagai penyakit kronis, seperti gangguan pencernaan, gangguan sistem jantung serta penurunan daya tahan tubuh.

Kondisi tubuh yang lelah ditambah dengan konsumsi rokok terus menerus dan berbagai suplemen dan minuman yang mengandung ginseng dan kafein bisa memperburuk keadaan yang mengakibatkan seseorang terkena serangan jantung.

Kurang berolahraga

Olahraga yang teratur bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung, karena bisa memperlancar asupan oksigen dan darah ke seluruh tubuh.

Kadar kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi akan mempercepat terjadinya proses aterosklerosis yaitu penyumbatan pembuluh darah. Kadar kolesterol bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 200 mg/dl.

Tekanan darah tinggi

Berdasarkan data WHO tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 140/90 mmHg. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi lebih berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

Gejala dan penangannya

"Ciri khas gejala serangan jantung adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan. Namun beberapa orang terlebih wanita mengalami serangan berbeda," kata Dokter Spesialis Penyakit Jantung Rumah Sakit Premier Jatinegara dr Pradana Tedjasukmana, SpJp, FIFA, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pradana menjelaskan, terkadang beberapa orang atau wanita yang mengalami serangan jantung tidak pernah mengalami nyeri dada. Maka harus lebih jeli mengenali gejala serangan jantung seperti nyeri leher, rahang, bahu atau punggung, ketidaknyamanan perut atau kesulitan bernapas dengan tiba-tiba.

"Jika sudah menunjukkan gejala-gejala yang tidak biasa disarankan harus cepat mencari dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Pradana.

'Golden period' atau masa emas adalah waktu sangat berharga untuk penanganan secara dini penderita serangan jantung guna mengurangi risiko kematian mendadak.

Berdasarkan beberapa penelitian waktu yang tepat untuk melakukan penanganan dini bagi penderita serangan jantung adalah berkisar selama 6-12 jam sejak penderita mengalami serangan.

Sebab, otot jantung yang tidak mendapat aliran darah selama 6-12 jam akan rusak secara permanen, sehingga fungsi jantung akan menurun.

Nah, berikut beberapa trik jitu tangani serangan jantung selama 'masa emas' tersebut:

1. Selalu ingat bahwa serangan jantung tidak hanya berasal dari nyeri di bagian dada melainkan terjadi di rahang, lengan atau punggung. Waspadai nyeri-nyeri tersebut. Segera kunjungi dokter.

2. Setelah terjadi serangan jantung, penanganan cepat harus segera dilakukan untuk membuka arteri yang tersumbat seperti katerisasi, pemasangan pada arteri yang tersubat hingga tindankan by pass guna mengurangi kerusakan jantung.

3. Penanganan terbaik untuk menangani serangan jantung adalah dalam waktu satu atau dua jam setelah gejala muncul. Semakin lama menunggu, semakin tinggi risiko kerusakan yang lebih besar bisa terjadi sehingga resiko kematian lebih tinggi. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.