Kamis, 23 Mei 2013 | 04:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sering Kena Matahari Picu Melanoma?
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Selasa, 29 Mei 2012 | 09:25 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Berjemur terkadang memang baik untuk kesehatan karena paparan sinar matahari banyak mengandung vitamin D. Namun,terkadang berjemur berlebihan tanpa menggunakan tabir surya berisiko terkena kanker kulit (melanoma).

Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Melanoma bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang kecil dan berpigmen pada kulit yang normal. Paling sering tumbuh pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi hampir separuh kasus tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bahwa sering melakukan aktivitas berjemur di bawah umur 35 tahun 75 persen meningkatkan risiko terkena melanoma.

Dilansir Genius Beauty, menurut studi yang dilakukan oleh CDC dan National Cancer Institute orang muda berusia 18-29, terutama kulit putih perempuan, membentuk kelompok risiko utama.

Dengan mempertimbangkan tren gadis-gadis muda berusia 18-21 dan 22-25 mengunjungi solarium, CDC menganggap perlu menginformasikan kaum muda tentang risiko tinggi untuk kesehatan.

Tak hanya itu, studi lainnya menemukan bahwa setengah dari perempuan yang disurvei teratur telah sering melakukan aktivitas berjemur akan mengalami luka bakar setidaknya setahun sekali.

Sebagaimana diinformasikan CDC, radiasi ultraviolet dari matahari atau lampu tanning adalah faktor utama dalam pengembangan kanker kulit.

Nah, untuk itu para ahli mengingatkan bahwa Anda harus melindungi diri dari efek negatif radiasi ultraviolet dengan menggunakan sunblock saat melakukan aktivitas berjemur.

Jessica Harris, petugas informasi kesehatan senior Cancer Research UK mengatakan, memiliki riwayat keluarga melanoma meningkatkan risiko penyakit ini.

"Jadi penting bahwa keluarga pasien melanoma, serta orang yang memiliki kulit putih, rambut pirang atau merah, atau tahi lalat yang banyak, atau bintik-bintik tahu bagaimana mereka dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker kulit."

"Menikmati sinar matahari dengan kondisi aman dan menghindari sengatan matahari mengurangi risiko kanker kulit. Kulit menggelap akibat sinar matahari adalah suatu tanda yang jelas kulit Anda telah rusak oleh sinar UV matahari," tutupnya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.