INILAH.COM, Jakarta - Siapa bilang otak manusia berhenti berkembang setelah masa anak-anak? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa otak manusia masih dapat berkembang hingga usia 40 tahun.
Karenanya, tidak ada kata terlambat untuk mencetak sejumlah pribadi berkarakter dengan pemenuhan berbagai aspek gizi yang seimbang guna perkambangan otak.
"Membangun karakter bangsa harus dimulai dari aspek kesehatan otak dan sosial humaniora yang seimbang. Ketika bagian otak yang mengatur sosialisasi makin berkembang, maka seseorang makin tidak canggung menghadapi berbagai problematika hidup," kata Menteri Ristek dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, dalam acara Lokakarya Dewan Riset Nasional 'Membangun Karakter Bangsa yang Unggul dan Bermoral ditinjauan dari Aspek Kesehatan dan Sosial Humaniora', di Jakarta.
Gusti menjelaskan, untuk dapat memperoleh karakter bangsa Indonesia yang unggul dan bermoral harus dengan meningkatkan kualitas otak manusia Indonesia. Upaya ini menjadi fokus Kementerian Ristek dalam kegiatan riset kesehatan bidang gizi, pengendalian penyakit, pengembangan obat dan alat kesehatan.
"Diharapkan masyarakat dapat memahami, mengimplementasikan dan menyebarluaskan pengaruh kesehatan otak, mental, serta perilaku individu. Dengan begitu, pembangunan bangsa yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab dapat segera terwujud.
Gusti menambahkan, Kementerian Ristek juga telah menempatkan sosial humaniora sebagai bidang kajian yang sangat mendukung keberhasilan kegiatan penelitian. Dengan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kepribadian dan emosional manusia Indonesia, diharapkan bangsa berkarakter unggul tercapai.
" Cara berpikir dan berperilaku dari seseorang yang menyimpang dari norma dan kebenaran, diakibatkan adanya masalah pada otak dan lingkungan," tambahnya.
Oleh karenanya, sambung Gusti, adanya simfoni sehat dalam diri indiviu akan menghasilkan pikiran dan perilaku sehat.
"Yang pada akhirnya, proses bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan berjalan sehat, santun, cerdas, jujur, dan amanah," pungkas Gusti. [mor]