Sabtu, 20 September 2014 | 23:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sirosis Hati, Tanpa Gejala Tapi Mematikan
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Minggu, 18 Maret 2012 | 19:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sirosis hati merupakan salah satu penyakit kronis yang mematikan di dunia. Pasalnya, setiap tahun, sekitar 25.000 orang meninggal akibat penyakit yang pada tahap awal tidak menimbulkan gejala.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Gastroentero Hepatologi RS Premier Jatinegara, DR Irsan Hasan SpPD KGEH, menjelaskan, sirosis di tahap awal memang tidak menimbulkan gejala apapun, oleh karenanya pasien kemungkinan menderita sirosis hati untuk waktu yang cukup lama tanpa menyadari penyakitnya.

"Penyakit ini menjadi penyebab kematian urutan kelima untuk laki-laki dan urutan ketujuh bagi perempuan di dunia. Sedangkan di Indonesia, sirosis hati lebih banyak diderita oleh laki-laki," jelas Dr Irsan dalam acara Seminar Awam Sirosis Hati, Deteksi Dini & Pengobatannya di RS Premier Jatinegara, Sabtu (17/3).

Sirosi hati adalah kemunduran fungsi liver yang permanen yang ditandai dengan perubahan histopatologi. Dengan kata lain, organ ini tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Perubahan histopatologi yang terjadi menyebabkan peninggian tekanan pembuluh darah pada sistem vena porta. Sebagai akibat dari peninggian tekanan vena porta, terjadi varises esophagus dan bila pecah terjadi muntah darah warna hitam (hematemesis).

Menurut Dr Irsan, jika kerusakan tidak dihentikan, hati akan kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsi normalnya secara bertahap. Hal ini yang sering disebut gagal hati, atau sebagai stadium akhir penyakit hati.

Penyebab dan gejala sirosis hati

Penyebab dari sirosis hati adalah infeksi virus hepatitis (virus hepatitis B dan C), berlemakan hati (fatty liver), peminum alkohol yang rutin dalam waktu lama, obat – obatan yang menganggu fungsi liver dalam waktu yang lama, jamu – jamuan, makanan dengan bahan pengawet.

Gejala dari sirosis hati tergantung pada tingkat berat sirosis hati yang terjadi. Sirosis Hati dibagi dalam tiga tingkatan yakni Sirosis Hati yang paling rendah Child A, Child B, hingga pada sirosis hati yang paling berat yakni Child C.

Gejala yang biasa dialami penderita sirosis dari yang paling ringan yakni lemah tidak nafsu makan, hingga yang paling berat yakni bengkak pada perut, tungkai, dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik pada tubuh penderita terdapat palmar eritem, spider nevi.

"Penyakit ini risikonya bervariasi, sesuai dengan penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, dan diikuti oleh hemokromatosis," ungkapnya dalam seminar awam tersebut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaranhati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila Anda mengalami gejala dan beriwayat meminum alkoholberat atau terkena hepatitis kronis.

Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati Anda. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya denganmemeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihanzat besi atau tembaga di dalam darah

Dr Irsan mengingatkan bagi mereka yang memiliki riwayat peminum alkohol berat, atau terkena hepatitis kronis, sebaiknya melakukan pemeriksaan diri sebagai tindakan deteksi dini.

"Terlebih lagi jika berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diketahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan, maka ada kecurigaan akan terkena sirosis hati. Selain itu pemeriksaan darah juga dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati," ungkapnya.

Sementara itu, pengobatan dari sirosis hati, sambung Dr Irsan adalah dengan menghindari hal yang dapat memperberat fungsi hati, pemberian obat untuk melancarkan metabolisme hati.

Pengobatan yang paling definitif adalah tranplantasi hati, tetapi hingga saat ini kemajuan teknologi kedokteran dan penyulit yang terjadi pada penderita dengan sirosis hati, masih belum memberikan hasil yang baik. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER