Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 05:26 WIB

Sel 'Cacat' Picu Kanker pada Anak

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Senin, 27 Februari 2012 | 19:54 WIB
Sel 'Cacat' Picu Kanker pada Anak
healthcare9.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penyakit kanker yang menjadi momok setiap orang ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa melainkan juga anak-anak.

Pasalnya, sel kanker tersebut ada pada setiap diri manusia termasuk anak-anak. Hanya saja, faktor penyebarannya tergantung dengan resiko yang dikandungnya.

"Kanker pada anak tidak bisa dicegah. Karena, sel kanker itu sendiri ada di setiap manusia bahkan anak-anak usia dini. Tinggal bagaimana kita 'membangunkan'nya saja," kata Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA(K) MHA IBCLC, pada acara seminar pengenalan kanker pada anak di Rumaah Sakit MRCCC Siloam Semanggi,Jakarta,Senin (27/2).

Dr Edi menjelaskan, sel kanker yang ada di seluruh tubuh manusia ini ibarat singa yang sedang tiduur. Jadi jangan coba-coba dibangunkannya.

Menurut Dr Edi, banyak sekali faktor yang bisa membuat sel kanker tadi terbangun lalu mengganas. Diantaranya, faktor genetik atau keturunan, bahan kimia yang termakan seperti boraks dan formalin, virus seperti hepatitis B serta paparan radiasi tertentu.

Dr Edi menambahkan, kanker yang menyerang bayi sejak lahir diduga disebabkan oleh penyimpangan pertumbuhan sel karena cacat genetika. Saat ini hanya ada dua kanker yang terbukti dari penelitian diturunkan secara genetik, yaitu kanker payudara pada orang dewasa dan retinoblastoma yang diderita sewaktu masih anak-anak.

"Kanker darah (leukimia), kanker retina mata (retinoblastoma), linfoma, neuroblastoma dan kanker tulang, merupakan jenis-jenis kanker yang banyak menyerang anak," tambah Dr Edi.

Berdasarkan pengamatannya, dalam kurun waktu 2 tahun, yakni 2006 hingga 2007 kasus kanker anak yang terdaftar di RS Kanker Dharmais cenderung meningkat setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2009 terdapat 25 kasus dan tahun 2010 terdapat 31 kasus.

Ironisnya, sambung Dr Edi mengungkapkan, hingga saat ini masih sulit untuk melakukan deteksi awal kanker pada anak. Kebanyakan baru bisa terdeteksi setelah terjadi benjolan atau tumor.

Karenanya, disarankan bagi orangtua agar memeriksakan anak-anakny jika ditemukan benjolan yang tidak pada tempatnya. Jika benar ditemukan kanker, maka sebaiknya ditemukan sedini mungkin.

"Pendeteksian dan pengobatan sejak dini menjadi harapan bahwa kanker pada anak dapat disembuhkan. Namun diperlukan peran keluarga, karena anak-anak belum dapat menceritakan gejala sakit yang mereka rasakan," ungkas Dr Edi. [mor]

Komentar

Embed Widget
x