Senin, 21 Mei 2012 | 13:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gawat! Usia Muda Jadi Incaran Hepatitis C
Headline
ultimate-health-fitness.com
Oleh: Dahlia Krisnamurti
gayahidup - Selasa, 21 Februari 2012 | 22:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Jumlah kematian akibat terserang hepatitis C pada usia produktif diperkirakan bakal meningkat pada 2030.Tingkat kematiannya bisa mencapai 35.000 orang per tahun.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika, sekitar 3,2 juta orang Amerika terinfeksi hepatitis C.

"Sekitar 73% kematian akibat hepatitis C terjadi pada orang berusia 45-64 tahun," kata Dr.Scott Holmberg, ketua CDC divisi virus hepatitis.

Para peneliti dari kedua institusi tersebut sepakat penyebab utama kanker hati dan sirosis (pengerasan hati). Diperkirakan sepertiga dari orang dewasa yang terinfeksi itu tidak menyadari dirinya terinfeksi. Maklum perkembangan penyakit ini memang terbilang lambat, sehingga penderita lengah.

Tak ayal, kelalaian inilah yang membuat tingkat kematian akibat hepaptitis C meningkat. Ditambah lagi sampai saat ini vaksin hepatitis C belum juga ditemukan.

Menurut Dr Eugene Schiff, direktur Center for Liver Disease, saat ini pengobatan hepatitis menjadi salah satu hambatan.

"Pengobatan sekarang yang meliputi antivirus dan interferon sering tidak bisa ditoleransi pasien," katanya.

Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan di 11 rumah sakit di DKI Jakarta pada 2007-2009. Faktanya menyebutkan, 32% penderita hepatitis C dalah usia produktif yakni antara 30-39 tahun.

Wilayah yang paling banyak menderitya hepatitis adalah wilayah pinggiran seperti Jakarta Utara, kemudian Jakarta Timur.

Lebih 'ganas' ketimbang HIV/AIDS

Sementara itu berdasarkan data antara 1999-200 yang dikeluarkan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), semacam pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat menyebutkan bahwa angka kematian hepatitis C lebih tinggi dari HIV.

Seperti dikutip Healthday, dalam periode tersebut, tercatat 13.000 orang di seluruh penjuru Amerika Serikat meninggal dunia karena infeksi HIV. Angka ini masih lebih rendah dibanding kematian akibat infeksi virus lainnya yakni hepatitis C, yang jumlahnya mencapai 15.000 kasus.

Dari sekian banyak kasus kematian akibat infeksi Hepatitis C, usia paruh baya yang masih termasuk kategori usia produktif paling banyak menjadi korban.Tidak kurang dari 70% kasus kematian itu terjadi pada kelompok usia 45-64.


Namu meski banyak memakan korban jiwa, kewaspadaan atas ancaman hepatitis C masih belum sebesar HIV. Dari perkiraan 32 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi saat ini, 75% di antaranya tidak menyadari kalau dirinya terinfeksi.

"Saat ini infeksi hepatitis kronis merupakan penyebab kematian terbesar di Amerika Serikat dan sebetulnya bisa dicegah," kata Dr Scott Holmberg, kepala Bidang Epidemologi dan Surveilans CDC.

Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dari transfusi darah, serta hubungan seksual. Pada beberapa kasus, penularan juga bisa terjadi dari ibu ke janin. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.