INILAH.COM,Jakarta - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta meraih status akreditasi penuh tingkat lengkap untuk pelayanan kardiovaskuler dari Komis Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Penghargaan itu diterima Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Dr dr Hananto Andriantoro, Sp.JP di Jakarta, Rabu (15/2).
"Penghargaan ini merupakan sebuah pengakuan yang bisa dijadikan modal utama bagi penjamin / perusahaan asuransinya untuk menjaminkan peserta berobat di RSJPD Harapan Kita yang sudah berstatus akreditasi penuh," kata dr Hananto di Jakarta.
dr Hananto menjelaskan RSJPD Harapan Kita memiliki fungsi yang luas, tidak hanya memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia, melainkan juga senantiasa bertanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas baik ditingkat nasional dan internasional sesuai dengan misi rumah sakit ini sebagai institusi terpercaya di Asia Pasifik," jelas dr Hananto.
"Semua kalangan baik dari kalangan mampu atau pun kurang mampu harus ditangani secara maksimal di rumah sakit ini," jelas dr Hananto.
Menurut dr Hananto, memang saat ini pihaknya masih harus melakukan subsidi. Namun hal ini adalah suatu tanggung jawab yang harus dilakukan rumah sakit ini sebagai pusat jantung nasional yang telah ditunjuk Menkes.
"Semua ini merupakan usaha untuk membantu dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh masyarakat."
Tentu saja sambung dr Hananto, pihaknya tidak berjalan sendiri melainkan ada kerjasama dari berbagai institusi lain seperti yayasan jantung Indonesia, Jamkesda, Jamkesmas,Askes dan instansi swasta lainnya agar rumah sakit ini selalu memberikan pelayanan prima.
" RSJPD Harapan Kita diharapkan menjadi rumah sakit pendidikan yang memiliki fasilitas optimal dan alat-alat terbaik bagi peserta
Sementara itu, Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) DR dr. Sutoto menambahkan RSJPD Harapan kita sudah memenuhi standar untuk memenuhi kriteria tingkat lengkap sehingga layak mendapatkan akreditasi penuh untuk 16 pelayanan.
"Kedepannya model ini akan berubah menjadi jenjang evaluasi internasional," pungkas dr Sutoto.