Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 16:32 WIB

Pertumbuhan Penduduk Ditargetkan 1,3 Persen

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 6 Januari 2012 | 11:15 WIB
Pertumbuhan Penduduk Ditargetkan 1,3 Persen
IST
facebook twitter

INILAH.COM,Jakarta - Pertumbuhan penduduk saat ini memang menjadi masalah besar di Indonesia. Pasalnya, setiap tahun laju pertumbuhan penduduk semakin 'kencang'.

Berdasarkan sensus penduduk 2010, diketahui bahwa pertumbuhan penduduk sudah melebihi proyeksi nasional yaitu sebsar 237 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) mencapai 1,49 persen pertahun.

Karenanya, di tahun 2012, pertumbuhan penduduk ditargetkan harus mencapai 1,3% atau menurun dibanding tahun 2011 yang mencapai 1,49%.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan laju pertumbuhan penduduk atau LPP tahun 2012 ditargetkan menjadi 1,3% pertahun.

"Jumlah penduduk Indonesia pada saat ini mencapai 240 juta lebih dengan laju pertumbuhan 1,49% per tahun. LPP 1,49%. Ini harus diturunkan agar tidak terjadi ledakan penduduk," kata Sugiri.

Sugiri menjelaskan ledakan jumlah penduduk akan menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya ancaman ketersediaan pangan, lahan, energi, dsb.

"Nah, pada tahun 2015 nanti, laju pertumbuhan penduduk ditargetkan menurun menjadi 1,1 persen," tambah Sugiri optimistis.

Sementara itu, untuk merealisasikan hal tersebut, Sugiri menambahkan, pihaknya terus melakukan revitalisasi program keluarga berencana dan program kependudukan lainnya.

"Revitalisasi program keluarga berencana dan desain induk kependudukan merupakan solusi untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk," ungkap Sugiri.

Fokus pada program KB

Sementara itu, dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, pada tahun 2012, BKKBN akan memfokuskan pelayanan program keluarga berencana (KB) kepada keluarga miskin, tertinggal, terpencil dan perbatasan dengan menggunakan sebagian besar anggaran BKKBN atau lebih dari Rp600 miliar dari anggaran hampir Rp3 triliun.

Dana tersebut diperuntukan membeli alat kontrasepsi bagi keluarga miskin di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan angka pasangan yang butuh KB dapat terlayani setiap tahunnya.

Selain itu, BKKBN juga berharap laju pertambahan penduduk berada pada posisi dimana upaya pembangunan bisa mengikuti laju pertambahan penduduk, hal ini sesuai tingkat pemerintah mengembangkan pembangunannya. [mor]

Komentar

x