Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 08:08 WIB

Langgam Tiga Hati

Kolaborasi Fesyen dengan Musik Keroncong

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Kamis, 15 Desember 2011 | 09:30 WIB
Kolaborasi Fesyen dengan Musik Keroncong
IST
facebook twitter

INILAH.COM,Jakarta - Pagelaran busana yang diiringi musik itu merupakan hal yang biasa. Namun bagaimana jika musik yang 'menemani' selama acaar tersebut adalah alunan keroncong.

Itulah fakta yang terjadi di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa (13/12). Harper's Bazaar Indonesia menggelar fashion show bertema 'Langgam Tiga Hati'. Pergelaran busana yang diiringi musik keroncong tersebut dikemas apik dan sarat akan budaya Indonesia.

Sejak 2009, majalah Bazaar Indonesia menggelar pertunjukkan Bazaar Fashion Concerto, pagelaran fashion show diiringi musik hidup setiap dua tahun. Di antara itu, Bazaar menggelar Bazaar Fashion yang merupakan gelaran lebih ringkas.

Kali ini, majalah Bazaar memilih budaya lagu keroncong yang dipadu musik kontemporer aransemen Erwin Gutawa di atas tata panggung kreasi Jay Subijakto. Tujuannya, untuk mengangkat kembali musik keroncong yang merupakan musik asli Indonesia kepada masyarakat.

Pagelaran dibuka oleh kuartet penyanyi cilik dari Drama Musikal Laskar Pelangi; Christoffer Nelwan, Kanya, Hilmi Fathurrahman dan Sheila Hasto. 'Langgam Tiga Biola' juga dimeriahkan penyanyi Bunga Citra Lestari, Sammy Simorangkir dan Sundari Soekotjo yang menyanyikan lagu-lagu bertema Indonesia dan Nasionalisme dengan iringan keroncong.

Dan Para model pun melenggang membawakan koleksi busana para desainer di sela-sela nyanyian.

Eddy Betty terinspirasi dari bintang legendaris Elizabeth Taylor untuk koleksi lini utamanya, yang menghasilkan rancangan kebaya mewah dan glamor.

Sementara untuk lini keduanya, 'Edbe', Eddy mengangkat batik Kudus. Warna-warna batik yang terang dengan potongan asimetris menjadikan batik lebih modern dan santai.

Obin, yang ingin dikenal sebagai 'tukang kain', membawa lini BinHouse. Kreasi olah kain Obin, dipadu dengan desain busana potongan pola jas pada kebaya dengan warna-warna kontras terang dan gelap.

Karya Ghea, terinspirasi dari kisah Oei Hui Lan, Putri Raja Gula Pasir Asia Tenggara dari Semarang. Busana oriental dengan potongan kimono sangat kental dalam rancangannya. Ghea juga menghadirkan gaun-gaun malam yang elegan dengan bahan velvet. [mor]

Komentar

Embed Widget
x