Kamis, 27 November 2014 | 05:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gunakan Jejaring Sosial Facebook
Sekong Tak Kenal Kepangkatan
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
gayahidup - Sabtu, 19 November 2011 | 21:29 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Seorang lelaki penyiar televisi swasta sedang meliput persiapan perayaan 17 Agustus di Istana Negara beberapa tahun lalu. Ia terhenyak melihat polisi militer yang kekar berdiri di gardu jaga di muka Istana.

“Aduuuh…gemes deh, pahanya kekar banget..gue suka bok.., “ ujarnya tanpa malu-malu kendati ada rekan repoter lain di sampingnya. Penyiar ini sampai sekarang masih mengudara membacakan berita. Dan banyak pemirsa tahu bahwa dia adalah sekong (dari kata sakit) alias gay yang suka tentara. Tapi jangan salah, dari kalangan tentara dan polisi banyak pula yang ternyata sekong seperti penyiar itu.

Sebuah akun di jejaring sosial Facebook, jelas diproklamirkan bagi kemerdekaan para sekong dari kalangan askar dan polisi lokal, di Indonesia. Bacalah sebuah status yang dinaikkan oleh Komunitas Gay Polisi Dan Tentara, sebuah alamat Facebook dengan penggemar 6.831 yang entah benar atau tidak katanya dikelola para polisi dan tentara. Sebuah rintihan lirih:

“Kelamaan tugas di daerah pedalaman, saat saya ke kota dan melihat cowok-cowok kota yang masih remaja ABG jadi pengen ni dek. Kalau bisa ada yang mau saya ajak tugas dan tinggal bersama saya, syaratnya ya jangan cengeng soalnya ABG tinggal di tempat yang sangat berbeda jauh dengan kehidupan kota. Ada yang mau?”

Menyedihkan? Seorang tentara yang gagah berani, namun kesepian dan teralienasi dari hingar bingar kota kesukaanya. Dia merindukan “soulmate” sejati. Seorang gay tentara atau polisi (atau semua gay) selalu menanyakan kepada calon pasangannya: “Top atau Bot?”. Terjemahannya Top=atas, Bot = bottom= bawah/bokong. Kalau top itu berarti jadi laki, lha kalau bot ya jadi perempuan.

Fenomena gay dari kalangan militer atau polisi (dulu lebih singkat disebut kalangan ABRI) bukan hanya mencuat sekarang. Pada 1970-an pun sudah ada perwira menengah berpangkat kapten Angkatan Darat yang terkenal dengan sebutan Pak Wis To. Kok Pak Wis To?

Seorang putera mantan Bupati di Jawa Timur bercerita, temannya yang bertampang seperti David Cassidy disukai oleh Pak Wis To ini. Setiap saat ketemu si David, Pak Wis To selalu greng dan berusaha mencium David. David berusaha menampik, dan dengan gagah berani Pak Wis To bilang: “Wis to….menengo kowe tak zoen .. (Sudah lah,, diam saja kamu aku ciumi..”.

Gejala sekong di kalangan polisi dan tentara makin marak dari Sabang sampai Merauke. Sejak ada jejaring sosial di internet, makin mudah menyaksikan makin marak dan beraninya kegiatan sekong ini di Tanah Air ini.

Seorang gay bernama Iwan, 30 tahun, asal Bandung, menceritakan tentang temannya Billy yang jadi simpanan seorang anggota sniper, penembak jitu. Di kalangan sekong, selingkuh dengan gay lain adalah hal yang lumrah bahkan bisa hanya dalam sekejap berkenalan masuk ruang sauna di gymnasium dan berselibat di sana.

“Tapi temenku gak berani macem-macem sama si sniper Angkatan Darat ini. Takut ditembak. Peluru logam yang tajem bok, bukan yang tumpul… Ih.. rempong deh..,” cerita Iwan.

Di kalangan Militer Amerika Serikat legalisasi gay dan lesbian masuk akademi maupun dinas ketentaraan sudah ditandatangani oleh Presiden Obama September tahun ini. Padahal pada masa Presiden Bill Clinton, pemerintah melarang mereka masuk dalam tentara, dan jelas dibuat dalam kebijakan yang terkenal “Don’t ask, don’t tell’ kalau mau jadi tentara AS. Mulai September tahun ini, gay dan lesbian boleh masuk milter AS.

Berarti undang-undang militer kita jelas lebih maju daripada AS. Karena tidak ada slogan dalam Undang-undang nomor 34/tahun 2004 Tentang TNI menyebut kata gay, sekong atau banci, di dalamnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER